Akses Jalan Kampung Samusa Memprihatinkan, Cartensz Soroti Peran Pemda 

Cartenz Malibela Reses III 2025 Kabsor. Kp Sayosa3
legislator Muda Asli Papua asal Suku Moi Cartensz Malibela, S.IP / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Akses jalan di Kampung Samusa, Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya disoroti legislator muda asli Papua asal Suku Moi Cartensz Malibela, S.IP.

Rusaknya akses jalan ke kampung Samusa, Distrik Sayosa itu sangat membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah daerah (Pemda), baik Kabupaten Sorong maupun Provinsi Papua Barat Daya.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Sorong dan Provinsi agar memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pembangunan akses jalan di wilayah tersebut,” desak Cartensz Malibela kepada wartawan usai melaksanakan Reses III DPRP PBD Tahun 2025, Rabu (31/12/2025).

Cartensz sangat menyayangkan belum adanya perhatian Pemda, dimana Samusa merupakan salah satu kampung yang berada di wilayah ring 1 Migas, memiliki wilayah perkebunan kelapa sawit yang cukup luas.

Daerah ini, tegas dia, jelas memberikan kontribusi pendapatan, baik bagi daerah maupun negara. Namun hingga kini, kondisi infrastruktur dasar khususnya akses jalan, justru terabaikan sama sekali.

“Kami berharap wilayah-wilayah penghasil seperti Kampung Samusa tidak diabaikan begitu saja. Daerah yang memiliki sumber pendapatan jelas seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembangunan. Pemerintah Kabupaten Sorong perlu menunjukkan keseriusan, terutama terhadap akses jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tegas Malibela.

Dirinya menilai persoalan ini sudah terlalu lama diabaikan pemerintah daerah, Karena itu agar pada perencanaan pembangunan tahun 2026–2027 dan seterusnya, wilayah penghasil ditetapkan sebagai prioritas utama pembangunan infrastruktur.

Dikatakannya bahwa sumber pendanaan sesungguhnya sangat jelas, antara lain Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dana yang bersumber dari sektor perkebunan kelapa sawit, hasil hutan, serta sumber-sumber pendapatan lainnya.

Pemda harus lebih fokus dan konsisten dalam mengalokasikan anggaran tersebut untuk kepentingan masyarakat di wilayah penghasil.

“Hal ini kami temukan dan sampaikan secara langsung dalam Reses III di Kabupaten Sorong, khususnya di Distrik Sayosa, sebagai aspirasi murni masyarakat yang berharap adanya keadilan pembangunan,” pungkasnya.

KENN

Exit mobile version