Fokus  

Efektifkan Pelayanan, Puskesmas Tapormai di Mimika Barat Jauh Bakal Ubah Sistem

Kepala Puskesmas Tapormai Reimundus Kotouki
Kepala Puskesmas Tapormai Reimundus Kotouki / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Puskesmas Tapormai di Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah bakal melakukan terobosan dalam mengefektifkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah setempat.

Rencananya, pusat kesehatan masyarakat tingkat distrik tersebut akan mengubah sistem pelayanan yang tadinya terbagi dua shift bakal digabungkan menjadi satu.

Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pesisir yang memiliki tantangan geografis cukup besar.

Kepala Puskesmas Tapormai Reimundus Kotouki, mengatakan pelayanan yang selama ini dijalankan dengan pembagian dua shift akan dievaluasi dan disatukan kembali agar koordinasi pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif.

“Pelayanan kesehatan selama ini dibagi dalam dua sif. Namun ke depan akan digabung kembali untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Reimundus saat menyampaikan keterangan usai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRK Mimika, Rabu (10/6/2026).

Menurut dia, kebutuhan pelayanan kesehatan di Distrik Mimika Barat Jauh terus meningkat seiring dengan tingginya angka kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut menuntut adanya sistem kerja yang lebih terintegrasi agar tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal.

Wilayah Mimika Barat Jauh merupakan salah satu distrik yang memiliki akses transportasi terbatas karena sebagian besar mobilitas masyarakat bergantung pada jalur laut. Kondisi ini membuat keberadaan puskesmas menjadi sangat penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan bagi warga.

Dalam pemaparannya, Reimundus menjelaskan bahwa penyakit yang paling banyak ditangani oleh tenaga kesehatan di wilayah tersebut masih didominasi oleh Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Malaria.

Kedua penyakit itu hampir selalu menempati urutan teratas dalam laporan kunjungan pasien setiap tahun.

Kasus ISPA umumnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan cuaca, sementara Malaria masih menjadi tantangan kesehatan utama di sejumlah wilayah pesisir dan pedalaman Papua. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles tersebut memerlukan penanganan berkelanjutan melalui upaya pencegahan maupun pengobatan.

“Penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat adalah ISPA dan malaria,” kata Reimundus.

Ia menuturkan, pihak puskesmas terus melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, pemeriksaan dini, serta peningkatan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk kasus Malaria, petugas kesehatan juga rutin melakukan pemantauan dan pengobatan bagi warga yang terindikasi terpapar penyakit tersebut.

Selain pelayanan kuratif, Puskesmas Tapormai juga berupaya memperkuat layanan promotif dan preventif melalui kegiatan kesehatan masyarakat yang menjangkau kampung-kampung di wilayah Distrik Mimika Barat Jauh. Langkah ini dinilai penting untuk menekan angka kesakitan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Rencana penggabungan sistem pelayanan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar tenaga kesehatan dengan dua dokter diharap bisa mempercepat penanganan pasien, serta meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya yang tersedia di puskesmas.

DPRK Mimika dalam kesempatan itu juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan kesehatan di wilayah-wilayah terpencil yang masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Dukungan pemerintah daerah dinilai diperlukan agar fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan yang merata bagi seluruh masyarakat.

Dengan penguatan sistem pelayanan dan fokus terhadap penanganan penyakit yang masih mendominasi, Puskesmas Tapormai diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di Distrik Mimika Barat Jauh.

TIM