Jamin Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Kondusif, Kapolda PB Tegaskan Ini

IMG 20260618 WA0014
Kapolda PB Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K saat memberikan keterangan pers di Manokwari, Kamis (18/6/2026) / Foto : KENN

Koreri.com, Manokwari – Kapolda Papua Barat (PB) Irjen Pol. Alfred Papare,S.I.K memastikan kesiapan penuh pengamanan ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan digelar di Manokwari sejak 15 hingga 28 Juni 2026 mendatang.

Sebanyak 829 personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan berskala nasional tersebut.

Pengamanan tersebut telah dipersiapkan jauh hari, termasuk melalui operasi cipta kondisi dan peningkatan patroli rutin.

“Pengamanan kita mulai sejak 15 Juni karena para kontingen sudah mulai berdatangan ke Manokwari,” kata Irjen Pol Alfred Papare kepada wartawan di Manokwari, Kamis (18/6/2026).

Kapolda menegaskan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Papua Barat masih terjaga dengan baik tanpa adanya gangguan menonjol.

Namun demikian, pihaknya tetap mengantisipasi berbagai potensi kerawanan.
Ditekakan bahwa, keberhasilan menjaga kondusivitas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk pemuda gereja.

“Ini event nasional dan juga kegiatan keagamaan. Kita harapkan semua pihak ikut menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Irjen Alfred Papare, ratusan personel tersebut akan disebar di 49 titik lokasi kegiatan dan mengawal sekitar 21 agenda utama Pesparawi.

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kedatangan kontingen, pengawalan ke penginapan, hingga mobilisasi ke lokasi lomba.

Selain Polri, dukungan pengamanan juga akan melibatkan TNI setelah rangkaian kunjungan Wakil Presiden RI yang dijadwalkan membuka secara resmi kegiatan skala nasional tersebut.

Terkait potensi gangguan, Kapolda mengakui adanya sejumlah isu yang berkembang, seperti penolakan program strategis nasional hingga rencana aksi unjuk rasa.

Namun pendekatan persuasif terus dilakukan agar tidak mengganggu jalannya kegiatan.

“Kami tidak melarang aksi karena itu hak yang dilindungi undang-undang, tetapi kami berharap semua pihak menghormati pelaksanaan Pesparawi sebagai event nasional,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, Pemerintah Kabupaten Manokwari juga telah menutup sementara penjualan minuman keras selama kegiatan berlangsung. Kebijakan ini dinilai efektif menekan potensi gangguan kamtibmas.

Mantan Kapolda Papua Tengah itu memastikan, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat dan tidak segan mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

Melalui pengamanan maksimal ini, ia berharap para peserta dari seluruh Indonesia dapat merasakan suasana Papua Barat yang aman dan damai.

“Kita ingin para kontingen pulang dengan membawa cerita baik tentang Papua,” pungkas Kapolda PB mengakhiri pernyataannya.

KENN