KONI PBD Bidik Lanjakan Presatasi di PON XXII
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyalami Ketua Umum KONI PBD Elisa Kambu di Ballrom Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Rabu (29/7/2027) / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Papua Barat Daya (PBD) menorehkan sejarah baru dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI pada 2024 lalu di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Untuk pertama kalinya sejak berdiri sebagai daerah otonomi baru, PBD tampil dengan kontingen sendiri, terpisah dari Papua Barat.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengatakan meski baru debut, tapi capaian yang diraih tidak bisa dipandang sebelah mata.

Marciano mengapresiasi kontingen PBD sebagai pendatang baru dalam mengikuti PON namun sukses mengoleksi 2 medali emas dan 4 medali perunggu.

Keberhasilan dan prestasi yang diraih ini menjadi fondasi awal yang menjanjikan bagi pembinaan olahraga di Provinsi PBD menghadapi PON ke XXII nanti.

Pemprov PBD bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) optimistis, prestasi tersebut akan terus meningkat pada PON XXII mendatang.

Menurut Marciano, dukungan penuh Gubernur PBD serta penguatan organisasi olahraga menjadi kunci dalam mendorong kemajuan atlet di daerah itu.

“Ke depan, kita tidak bisa membina semua cabang olahraga secara bersamaan. Harus ada fokus dan prioritas pada cabang yang berpotensi menghasilkan prestasi,” pesannya.

Beberapa cabang olahraga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, di antaranya olahraga bermotor seperti motor racing serta cabang bela diri seperti kickboxing. Selain itu, potensi atlet lokal di berbagai cabang lain juga mulai menunjukkan perkembangan positif.

Tak hanya menatap PON XXII, PBD juga harus bersiap menghadapi sejumlah agenda olahraga nasional lainnya pada 2026, seperti Pekan Olahraga Nasional Bela Diri dan Pekan Olahraga Nasional Pantai. Agenda ini akan menjadi ajang pemanasan sekaligus seleksi bagi atlet menuju kompetisi yang lebih besar.

Selanjutnya pada 2027, akan digelar Pekan Olahraga Nasional Indoor dan Pekan Olahraga Remaja, sebelum puncaknya pada PON XXII  pada 2028 nanti.

Pemerintah daerah menargetkan, melalui pembinaan yang lebih terarah, Papua Barat Daya mampu meningkatkan kontribusi atletnya di level nasional hingga internasional.

Upaya ini juga sejalan dengan kebutuhan peningkatan prestasi Indonesia di kancah global. Pada Olimpiade Tokyo dan Paris, posisi Indonesia masih berada di kisaran peringkat 30 besar dunia, sehingga dibutuhkan strategi pembinaan yang lebih fokus, khususnya pada cabang olahraga potensial.

Selain itu, sinergi dengan perguruan tinggi juga dinilai penting untuk memperkuat pendekatan sport science dalam pembinaan atlet. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah, diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang kompetitif.

Tak hanya soal prestasi, PBD juga memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai tuan rumah berbagai event olahraga nasional. Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, daerah ini dinilai dapat mengembangkan konsep sport tourism yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Dengan strategi yang tepat dan dukungan berkelanjutan, Papua Barat Daya optimistis dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

KENN