Koreri.com, Jayapura – PT PLN (Persero) sukses mengamankan pasokan listrik selama rangkaian puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar pada enam provinsi di Tanah Papua, Senin (17/8/2026).
Seluruh prosesi, mulai dari upacara peringatan detik-detik proklamasi hingga penurunan Bendera Merah Putih berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna kebangsaan dengan dukungan pengamanan listrik yang andal serta stabil.
Pengamanan pasokan kelistrikan ini merupakan bagian dari masa siaga khusus HUT RI yang diberlakukan sejak tanggal 3 hingga 18 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, PLN mengedepankan disiplin operasional dan inspeksi jaringan secara ketat guna memastikan kelancaran seluruh agenda kenegaraan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang tengah merayakan semarak kemerdekaan. 
Keberhasilan PLN dalam mengawal kelistrikan pada momen kenegaraan ini mendapat apresiasi langsung dari pemerintah daerah. Usai mengikuti upacara bendera, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi dan kesiagaan penuh dari tim PLN.
“Terima kasih kepada PLN yang telah memberikan pelayanan yang sangat baik. Secara khusus pada pagi hari ini, upacara berjalan dengan aman, lancar, khidmat, dan sukses karena peran PLN yang sempurna,” ujar Apolo.
Merespons hal tersebut, General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari persiapan matang dan bentuk komitmen nyata perusahaan bagi negeri.
“HUT ke-81 RI adalah momentum kebangsaan yang sangat penting. Oleh karena itu, tugas PLN di sini bukan sekadar menjaga pasokan kelistrikan, tetapi juga wujud nyata dukungan kami terhadap kelancaran agenda negara. Keandalan listrik yang terjaga dari pengibaran hingga penurunan bendera ini adalah cara kami menerjemahkan semangat kemerdekaan melalui dedikasi kerja nyata bagi Tanah Papua dan Indonesia,” tutur Roberth. 
Keandalan kelistrikan tanpa gangguan (zero downtime) sepanjang acara didukung oleh ketahanan sistem dengan total daya mampu pasok mencapai 425,59 megawatt (MW) dan estimasi beban puncak sebesar 318,11 MW, menyisakan cadangan daya yang aman sebesar 107,48 MW.
Untuk mengawal pasokan di seluruh titik vital, PLN turut menyiagakan 906 personel gabungan serta peralatan pendukung (backup power) berlapis berupa 22 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 36 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 74 unit Genset di lapangan.
Meskipun seluruh prosesi puncak kenegaraan telah selesai, komitmen PLN dalam menerangi negeri tidak akan pernah berhenti. Kesuksesan pengawalan kelistrikan pada momen bersejarah ini menjadi pendorong semangat bagi PLN untuk terus menghadirkan layanan yang prima, andal, dan berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan di seluruh pelosok Tanah Papua.
RLS

























