Koreri.com, Manokwari – Tim 11 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga memperkenalkan budidaya tanaman hidroponik bagi masyarakat trans lokal di Kampung Aurmios, Distrik Wasirawi, Sabtu (5/9).
Desa Aurmios atau di Papua lebih dikenal dengan penyebutan Kampung Aurmios menjadi salah satu kampung yang mendapat perhatian, dan menjadi salah satu pilot project budidaya tanaman hidroponik di kawasan transmigrasi Prafi.
Ketua Tim 11 TEP Unair, Dr. Corie Indria Prasasti,S.KM,. M.Kes,. mengungkapkan salah satu keunggulan menonjol dari sistem hidroponik adalah efisiensi penggunaan air, yang dapat lebih hemat dibandingkan metode pertanian konvensional.
“Air yang digunakan dalam sistem hidroponik bersirkulasi dan dapat digunakan kembali. Untuk hidroponik tidak memerlukan lahan luas, sistem ini cocok dengan kualitas tanah yang rendah atau tidak subur,”ungkapnya disela-sela kegiatan penyuluhan dan pelatihan Hidroponik di Kampung Aurmios.
Dikatakan, tanaman hidroponik juga menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih cepat serta hasil panen yang lebih tinggi, akibat penyerapan nutrisi yang lebih optimal dan konsisten.
“Penggunaan media tanam non tanah turut mencegah penyakit yang biasanya berasal dari patogen tanah,”kata Corie.
Lanjut Corie, dengan jejak karbon yang relatif rendah dan minimnya limbah, hidroponik termasuk berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat serta kategori teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Budidaya tanaman secara hidroponik dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis. Untuk instalasi, kami memilih sistem _Deep Flow Technique_ (DFT), sistem Wick (sumbu), atau rakit apung, serta menyiapkan media tanam yang digunakan,”lanjutnya.
Selanjutnya, tahap pembibitan dilakukan dengan menyemai benih hingga tanaman menunjukkan daun sejati sebagai tanda siap pindah tanam, setelah bibit tumbuh optimal.
“Pemindahan tanaman ke sistem hidroponik yang telah dirancang Tahap pemeliharaan mencakup pengecekan dan pengaturan pH, _Total Dissolved Solid_(TDS) atau total padatan terlarut yang berasal dari larutan nutrisi, intensitas pencahayaan, serta pemberian nutrisi yang tepat dan terjadwal secara rutin,”ucapnya.
Corie menyebutkan proses panen dapat dilakukan, yang pada umumnya lebih cepat dibandingkan metode konvensional, tergantung pada jenis tanaman yang dibudidayakan.
“Ini pelatihan yang diikuti warga, termasuk trans lokal yang proaktif, ini menjadi sebuah transformasi dari berkebun ke menanam hidroponik, sistem yang fleksibel serta dapat diterapkan pada berbagai jenis tanaman,”sebutnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Aurmios, Philemon Mosyoi mengapresiasi Tim Ekspedisi Patriot Unair yang menggerakan energi serta sumber daya dalam mensuport kampung Aurmios dengan pelatihan hidroponik.
“Saya bersyukur karena (kampung,red) Aurmios menjadi salah satu kampung yang mendapat kesempatan pelatihan, saya berharap tidak berakhir disini, kami bersama warga siap kembangkan lagi,”tuturnya.
Philemon menuturkan budidaya hidroponik ini menjadi solusi karena proses penanaman hingga panen tepat waktu dan tidak butuhkan lahan.”Ini penting dalam menopang ekonomi keluarga, sehingga keluarga sehat, kampung bisa sehat dan maju,”pungkasnya.
MAN

























