Tim Khusus Polda Papua Tengah Selidiki Penyebab Kebakaran di Pasar Bopauda Paniai

IMG 20260908 WA0039
Foto: Humas Polda Papua Tengah

Koreri.com, Paniai — Polda Papua Tengah menurunkan tim khusus untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran maut yang melanda Pasar Bopauda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Senin (7/9/2026) dini hari, menewaskan 11 orang dan menghanguskan 49 bangunan.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini memerintahkan Dirreskrimum Kombes Pol Asep Sayidi Wijaya dan Dirreskrimsus Kombes Pol I Ketut Suarnaya turun langsung ke Paniai membantu Polres Paniai melakukan penyelidikan.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung mengatakan, selain dua pejabat utama tersebut, lima perwira serta personel Reskrim Polda Papua Tengah juga diterjunkan ke lokasi.

“Atas perintah bapak Kapolda, kedua PJU datang ke Paniai untuk membantu proses penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat segera diketahui,” kata Henry kepada wartawan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, sebanyak 49 unit bangunan berupa kios dan rumah hangus terbakar.

Sebanyak 148 warga kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut.

Korban meninggal dunia berjumlah 11 orang, terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak.

Seluruh jenazah saat ini disemayamkan di RSUD Paniai untuk proses identifikasi dan rencana visum.

“Rencana visum akan kita lakukan kepada para korban, namun kita masih menunggu izin dari pihak keluarga,” ujar Henry.

Untuk warga terdampak, kepolisian telah mendirikan posko pengungsian di halaman Polsek Paniai Timur.

Namun sebagian besar warga memilih sementara mengungsi di rumah keluarga masing-masing.

Henry menegaskan, polisi belum dapat memastikan sumber maupun penyebab kebakaran.

Tim DVI dan Laboratorium Forensik (Labfor) dari Pusdokes Polda Papua juga akan dilibatkan untuk membantu proses identifikasi korban dan penyelidikan.

“Kami fokus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. Sehingga kami belum bisa berandai-andai dalam mengungkap penyebab kebakaran,” katanya.

Polisi juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu keresahan.

“Kami minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak terpancing kabar yang belum tentu benar. Jika menemukan informasi penting, laporkan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti,” pungkas Henry.

TIM