Perempuan Amungme Kecam Pemberitaan Soal PKK Mimika: Cuap-cuap Tanpa Data !

PKK Mimika Turun Lapangan
Rombongan tim TP-PKK Kabupaten Mimika dalam sala satu momen kunjungan ke wilayah pesisir / Foto : Humas PKK Mimika

Koreri.com, Timika – Wakil Sekretaris III TP-PKK Kabupaten Mimika, Bertha Beanal angkat bicara mengecam pemberitaan yang mempertanyakan kinerja serta penggunaan anggaran TP-PKK dan Dekranasda Mimika.

Ia lantas mengingatkan setiap cuap-cuap berupa kritik yang disampaikan harus berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar opini di media massa yang hanya untuk menyesatkan publik.

Bertha kemudian menyoroti narasi yang mengklaim pelayanan  PKK dan Dekranasda Mimika tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau bicara, jelaskan dengan data dan fakta lapangan. Kami dalam kepengurusan saat ini bekerja tulus untuk masyarakat sesuai tugas dan tupoksi serta kemampuan yang ada,” tegasnya.

Perempuan Amungme ini juga menanggapi adanya permintaan agar aparat penegak hukum memeriksa penggunaan anggaran TP-PKK dan Dekranasda Mimika.

Menurutnya, mekanisme pengelolaan program dan anggaran organisasi tersebut memiliki tahapan perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hingga evaluasi.

Bertha menekankan, TP-PKK merupakan organisasi mitra pemerintah yang menjalankan program berdasarkan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan anggaran. Karena itu, menurut dia, setiap kegiatan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

“Ketua TP-PKK tidak mau bergerak sembarangan. Semua harus berdasarkan data, fakta, kebutuhan lapangan, keamanan, sampai pelaporan dan evaluasi yang rapi,” sahutnya.

Bertha menegaskan pula bahwa pelayanan TP-PKK juga menuntut pengurus turun langsung ke masyarakat, termasuk ke kampung dan wilayah pesisir. Status sebagai pejabat publik, kata dia, tidak menjadi alasan untuk hanya bekerja dari balik meja.

“Ketika memakai pakaian PKK, kita adalah pelayan publik yang harus turun ke kampung dan pesisir serta melayani langsung,” tegasnya.

Bertha yang terlibat dalam kepengurusan TP-PKK Mimika periode 2025-2030 mengaku merasakan langsung dinamika pelayanan di lapangan. Ia menilai kepemimpinan Ketua TP-PKK Mimika Suzy Herawati Rettob bersama Wakil Ketua TP-PKK selama ini berjalan solid dan tegas.

“Dalam pelayanan di TP-PKK saya sendiri merasakan lelah dan capeknya. Saya tahu cara kerja Ibu Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK maupun Dekranasda Mimika. Jadi jangan hanya bicara tanpa tahu kondisi sebenarnya,” semprotnya.

Menurut Bertha, berbagai program pelayanan TP-PKK dan Dekranasda hingga kini masih berjalan meski menghadapi keterbatasan. Ia juga menyebut masyarakat dapat memantau aktivitas TP-PKK Mimika melalui kanal publikasi organisasi.

Ia meminta pihak-pihak yang menyampaikan kritik agar terlebih dahulu melihat data dan aktivitas pelayanan yang telah dilakukan sebelum menyimpulkan kinerja organisasi.

“Kalau ada yang tidak senang, silakan buktikan juga apa yang sudah dibuat untuk masyarakat. Jangan membangun opini yang membuat masyarakat pesimis terhadap pelayanan Pemerintah,” sindirnya.

Bertha menilai kritik tanpa dasar justru berpotensi mengganggu semangat pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menyampaikan kritik secara konstruktif dan berdasarkan fakta.

“Kami tetap semangat karena yang kami layani adalah masyarakat Papua dan masyarakat umum. TP-PKK juga merupakan organisasi nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

TIM