Koreri.com, Ambon – Legislator DPRD Maluku, Julius M. Rutasouw, mengajak seluruh masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi menyusul bentrokan antarwarga Desa Lisabata dan Desa Patahu, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026).
Ia meminta seluruh pihak mengedepankan ketenangan serta mengutamakan keselamatan dan persaudaraan, sehingga insiden tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Peristiwa itu dilaporkan berujung pada pembakaran puluhan rumah warga Patahu.
Informasi awal yang beredar menyebutkan, ketegangan diduga bermula dari kabar mengenai kebakaran lahan kebun milik seorang warga Desa Lisabata.
Kabar tersebut kemudian berkembang hingga memicu ketegangan antara massa dari kedua desa dan berujung pada aksi kekerasan.
Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, masyarakat Maluku harus mampu menjaga keharmonisan di tengah situasi yang memanas.
Ia meminta para raja negeri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat mengambil peran aktif dalam meredam ketegangan.
“Jangan sampai persoalan ini berkembang dan melahirkan tindakan-tindakan baru yang justru memperpanjang masalah. Kita harus sama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” tegas Julius.
Menurutnya, penyelesaian persoalan harus ditempuh melalui jalur hukum dan komunikasi antarpihak, bukan dengan tindakan kekerasan yang hanya akan menambah korban dan kerugian masyarakat.
Julius juga mendorong aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh insiden tersebut dan menindak setiap pihak yang terbukti terlibat.
Ia menegaskan, tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan maupun pembakaran yang merugikan masyarakat.
“Semua pelaku harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku supaya ada rasa keadilan bagi korban dan menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” ujar Julius.
Ia juga meminta masyarakat tidak mengambil tindakan main hakim sendri dan menyerahkan proses penanganan kepada aparat yang berwenang.
Di tengah situasi yang sensitif, Julius mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Foto, video, maupun informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi memancing emosi, menurutnya, sebaiknya tidak disebarluaskan.
“Gunakan media sosial secara arif dan bijaksana, serta hentikan penyebaran konten provokatif,” katanya.
Julius mengapresiasi langkah aparat keamanan yang turun langsung ke lokasi untuk mengendalikan situasi.
Ia berharap pengamanan dilakukan secara maksimal agar tidak terjadi bentrokan susulan.
Ia juga meminta seluruh pihak memberi ruang kepada aparat untuk melakukan penyelidikan dan penegakan hukum secara objektif.
Julius berharap persoalan Lisabata–Patahu tidak merusak hubungan persaudaraan masyarakat Maluku yang selama ini menjadi kekuatan dalam menjaga kehidupan sosial dan perdamaian.
“Maluku adalah rumah kita bersama. Mari katong jaga persaudaraan, jangan terprovokasi, dan bersama-sama menjaga kedamaian di bumi Maluku,” pintanya.
Julius mengajak masyarakat kedua desa dan seluruh warga Maluku untuk menghentikan segala bentuk provokasi serta bersama-sama mengedepankan perdamaian demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
RLS












