Koreri.com, Ambon – Pelanggan di kawasan Mangga Dua, Kota Ambon mulai mengeluhkan berkurangnya pasokan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, langsung merespons keluhan tersebut.
Ia menjelaskan, pelanggan di kawasan tersebut masih menerima aliran air, namun debitnya jauh berkurang dibandingkan kondisi normal. Hal ini disebabkan penurunan debit sumber air permukaan di Kusu-Kusu Sereh.
“Bukan yang bersangkutan tidak mendapatkan air. Yang bersangkutan mendapatkan air, hanya air yang sampai kepada yang bersangkutan itu tidak seperti yang semula,” jelas Piet kepada awak media, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, debit air di Kusu-Kusu Sereh yang sebelumnya mencapai 40–45 liter per detik, kini turun drastis menjadi sekitar 10 liter per detik.
“Sekarang itu turun sampai dengan 10 liter per detik. Itu pun tidak bisa mendorong air menuju bak penampung karena debitnya sangat kecil,” ungkapnya.
Penurunan debit tersebut berdampak pada tekanan dan volume air dalam jaringan pipa, sehingga pasokan yang diterima pelanggan Mangga Dua tidak mampu memenuhi kebutuhan secara optimal.
Sebagai langkah penanganan, Perumdam Tirta Yapono berencana mengubah sistem distribusi air bersih bagi masyarakat di kawasan Mangga Dua.
Piet menyampaikan, jaringan yang selama ini mengandalkan sumber air permukaan Kusu-Kusu Sereh akan dialihkan. Selanjutnya, kebutuhan air bersih pelanggan direncanakan dipenuhi melalui pompa di kawasan Batu Gantung.
“Dengan komitmen bahwa air menjadi kebutuhan dan itu harus dijawab, bukan saja karena itu program Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tetapi dari sisi kemanusiaan air merupakan kebutuhan dasar,” tegasnya.
Perubahan jalur distribusi tersebut ditargetkan dilakukan dalam waktu dekat untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mengantisipasi dampak kemarau berkepanjangan terhadap sumber air.
Piet juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan di kawasan Mangga Dua atas ketidaknyamanan akibat berkurangnya pasokan air bersih.
“Atas nama pimpinan perusahaan, saya mohon maaf kepada para pelanggan di daerah tersebut atas ketidakpuasan mendapatkan air bersih sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ia berharap, perubahan sistem distribusi yang segera dilakukan dapat membantu masyarakat memperoleh pasokan air bersih yang lebih baik dan sesuai kebutuhan.
“Semoga dengan perubahan distribusi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, mereka akan mendapatkan air sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan,” pungkas Piet.
Perumdam Tirta Yapono berharap langkah tersebut menjadi solusi bagi pelanggan Mangga Dua, sekaligus memperkuat pelayanan air bersih di tengah tantangan kemarau berkepanjangan.
RLS

























