Koperasi Merah Putih Limau Asri Timur Didorong Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

Koperasi MP Limau Asri Timur Timika
Momen kunjungan perwakilan Kementerian Koperasi RI ke Koperasi Merah Putih Limau Asri Timur Mimika, Rabu (7/10/2026) / Foto : NUEL

koreri.com, Timika – Koperasi Merah Putih Limau Asri Timur mendapat kunjungan sekaligus verifikasi dan fasilitasi dari Kementerian Koperasi RI.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong koperasi di tingkat kampung agar mampu berkembang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, Rabu (7/10/2026).

Dalam arahannya, Asisten Deputi Pengawasan Penataan Usaha Kemenkop RI Naslindo Sirait, menekankan bahwa koperasi tidak hanya menjadi tempat menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Menurutnya, masyarakat yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dapat menjadi bagian dari koperasi sebagai anggota. Kebutuhan pokok seperti LPG dan beras dinilai menjadi salah satu komoditas yang paling dibutuhkan masyarakat.

“Intinya bukan per kepala keluarga, tetapi masyarakat yang sudah mempunyai KTP bisa menjadi bagian dari koperasi. Kebutuhan LPG dan beras mungkin yang paling banyak,” ujar Sirait.

Selain menyediakan kebutuhan masyarakat, koperasi juga dapat menjadi tempat bagi produsen lokal maupun pelaku usaha untuk menitipkan dan menjual produknya.

Namun, seluruh barang dan transaksi yang dilakukan melalui koperasi harus dicatat secara tertib dan transparan. Pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan baik agar setiap pemasukan dan pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan.

Naslindo mencontohkan, apabila hasil penjualan mencapai Rp10 juta dan terdapat tambahan Rp1 juta dari produk lokal yang dititipkan untuk dijual, maka seluruh transaksi tersebut harus masuk dalam laporan koperasi sehingga tercatat secara jelas.

“Hitung itu betul-betul, jangan sampai rugi. Kita lihat dulu pola ini seperti apa, sambil pelan-pelan kita rapikan,” katanya.

Naslindo Sirait juga mendorong agar berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Keberadaan kendaraan dan truk koperasi diharapkan dapat membantu distribusi barang sehingga masyarakat tidak harus selalu pergi ke kota untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

“Sayang kalau kita sudah membangun bagus-bagus, ada mobil, ada truk. Selama ini kalau mau belanja harus ke kota. Nanti kita dekatkan ke sini,” ujarnya.

Naslindo juga mengingatkan agar iuran anggota koperasi tidak dibuat terlalu tinggi. Hal itu penting agar masyarakat tidak merasa terbebani dan tetap tertarik menjadi anggota.

“Jangan iurannya dibuat tinggi-tinggi. Kalau tinggi, nanti mereka tidak mau. Mereka ini sekaligus menjadi pemilik dan konsumen,” jelasnya.

Menurutnya, anggota koperasi memiliki peran penting karena tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga ikut mengawasi pengurus dan jalannya usaha koperasi.

Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau dinas terkait. Pengurus dan anggota juga harus bersama-sama memastikan pengelolaan koperasi berjalan transparan dan tidak terjadi kebocoran dalam keuangan.

“Yang mengawasi kalian banyak, bukan hanya dinas. Pengurus dan anggota juga mengawasi. Pengurus sudah diajari bagaimana membuat laporan dan struktur pengurus juga sudah lengkap,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika Samuel Yogi menegaskan pentingnya koordinasi antara manajer, pengurus koperasi, pemerintah kampung, pemerintah daerah, hingga pihak terkait lainnya.

Ia meminta agar administrasi koperasi ditata dengan baik, komunikasi diperkuat dan laporan keuangan dibuat secara transparan serta akuntabel.

Samuel juga berharap Koperasi Merah Putih Limau Asri dapat menjadi salah satu contoh pengembangan koperasi yang mampu menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Administrasi harus rapi, transparansi dan akuntabilitas keuangan harus jelas. Program bisnis juga harus dikoordinasikan dengan pemerintah kampung,” tegasnya.

Samuel menyampaikan bahwa Pemkab Mimika berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan koperasi, termasuk dalam memenuhi kebutuhan fasilitas dan penguatan kapasitas pengelola.

Menurutnya, keberadaan gedung, kendaraan dan aset tanah yang telah tersedia harus dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan koperasi agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemkab Mimika Petrus Pali Amba, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pengembangan koperasi merupakan bentuk kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah daerah siap mendukung pengembangan koperasi agar dapat segera menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di kampung.

Petrus juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam mendukung keberadaan koperasi, termasuk pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia.

Dengan pengelolaan yang tertib, transparan dan melibatkan masyarakat sebagai anggota sekaligus pemilik, Koperasi Merah Putih Limau Asri Timur diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Koperasi diharapkan tidak hanya menjual kebutuhan pokok, tetapi juga membuka ruang bagi produk masyarakat lokal untuk dipasarkan sehingga perputaran uang dapat lebih banyak terjadi di lingkungan kampung.

Pemerintah daerah bersama pengurus koperasi dan masyarakat selanjutnya diharapkan terus memperkuat koordinasi agar koperasi dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

NUEL