Asap Karhutla Mulai Ganggu Pariwisata Raja Ampat, Dispar PBD Imbau Ini

Yusdi Lamatenggo Kadispar Ekraf PBD2
Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD Dr. Yusdi N. Lamatenggo,S.Pi.,M.Si / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di sejumlah kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya(PBD) mulai berdampak terhadap aktivitas pariwisata.

Asap tebal dilaporkan mengganggu sejumlah destinasi, termasuk kawasan pengamatan burung Cenderawasih.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD, Dr. Yusdi Lamatenggo, S.Pi., M.Si mengatakan kondisi kebakaran di kawasan Pulau Dayan, Raja Ampat telah mencapai sekitar 14-15 hektare. Kawasan tersebut merupakan area konservasi yang juga menjadi lokasi homestay masyarakat.

Sementara di kawasan hutan Warkesi, Waisai, yang dikenal sebagai salah satu habitat burung Cenderawasih sekaligus bagian dari Geopark Raja Ampat, kebakaran diperkirakan melanda sekitar 10-20 hektare.

“Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas wisatawan, terutama yang datang untuk melihat burung Cenderawasih. Kalau asap terus terjadi, Cenderawasih juga akan menjauh dari habitatnya,” kata Yusdi Lamatenggo kepada Koreri.com di Sorong, Kamis (8/10/2026).

Dampak kebakaran juga mengancam ekosistem. Berdasarkan informasi dari lapangan, sejumlah satwa seperti reptil dan kuskus ditemukan mati akibat kebakaran.

Di sisi lain, kondisi asap mulai memengaruhi mobilitas wisatawan.
Yusdi menyebut dalam beberapa hari terakhir terdapat penerbangan yang mengalami pembatalan maupun gangguan perjalanan.

Menyikapi kondisi itu, Dispar PBD telah mengeluarkan imbauan kepada pelaku usaha wisata, pemandu wisata, agen perjalanan, pengelola homestay dan hotel, serta wisatawan di Raja Ampat dan wilayah lainnya.

Wisatawan diminta menggunakan masker yang mampu menyaring partikel berbahaya, memantau perkembangan kualitas udara, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.

Pemprov juga meminta perhatian khusus terhadap kelompok rentan seperti lanjut usia dan orang yang sedang sakit. Masyarakat dan wisatawan diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi air putih dan makanan bergizi.

“Pelaku usaha juga kami minta tidak membakar sampah karena dapat memperburuk kondisi asap,” pintanya.

Para pemandu wisata diminta memberikan informasi yang benar kepada wisatawan mengenai kondisi asap dan menyediakan masker.

Dispar juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan di daerah untuk memastikan wisatawan yang terdampak asap dapat segera memperoleh penanganan.

“Kami berharap kondisi ini segera membaik sehingga aktivitas pariwisata di Papua Barat Daya tetap aman dan nyaman, serta dampaknya tidak semakin meluas,” tegasnya.

KENN