Koreri.com, Manokwari – Warga masyarakat di Provinsi Papua Barat diimbau untuk tidak terprovokasi dengan aktivitas yang menyimpang dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Imbauan tersebut disampaikan Panglima Parlemen Jalanan Ronald Mambieuw dalam pernyataannya yang diterima Koreri.com, Jumat (15/9/2023) menyikapi soal kegiataan KTT MSG yang berlangsung di Negara Vanuatu beberapa waktu lalu.
“Bahwa terkait dengan kegiatan yang dilakukan di Negara Vanuatu yaitu KTT MSG, saya berharap dan menghimbau kepada warga negara terutama yang berada di tanah Papua Barat agar kita tidak terprovokasi dengan hal itu hingga kemudian menyusahkan sesama warga negara yang ada di daerah ini dan juga diri sendiri,” imbaunya.
Ditegaskan Ronald, biarlah mereka-mereka yang berada di bagian-bagian itu bekerja sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
“Dan kita warga masyarakat yang ada di Papua Barat tetap berpikiran positif, mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan untuk hidup kita dan juga untuk orang lain,” tegasnya.
Ronal berharap persoalan MSG ini tidak sampai dipolitisir hingga kemudian mengganggu kamtibmas di wilayah Papua Barat.
Apalagi, menjelang Pemilu Presiden, bahkan Pilkada maupun Pemilihan Legislatif pada 2024 mendatang.
“Karena apapun yang terjadi, tentu kita semua yang akan rugi. Silahkan saja pihak-pihak yang mau memperjuangkan hak mereka, silahkan! Yang penting sesuai dengan prinsip-prinsip kenegaraan, prinsip kemanusian agar tidak ada kemudian muncul hal-hal yang merugikan kita semua,” pintanya.
Ronald juga berharap agar warga masyarakat yang ada di Papua Barat hidup rukun dan damai menjelang pesta demokrasi yang akan berlangsung mulai Februari 2024 baik pemilihan Presiden DPR, sampai Kepala Daerah.
“Kenapa demikian? Karena apapun yang terjadi, hari ini kita masih ada di dalam bingkai NKRI. Sehingga haruslah kita melaksanakan semua aktivitas dan kegiatan-kegiatan kita sesuai dengan aturan yang berlaku negara ini,” pungkasnya.
KENN






























