Koreri.com, Timika (12/10) – Pemda Mimika sedang berusaha untuk menutupi defisit anggaran 2017 sebesar Rp. 766 miliar lebih, ungkap Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.
“Itu tanggung jawab kami pemerintah daerah untuk menutupi defisit anggaran tersebut. Bupati yang akan cari uang untuk menutupi itu,” katanya di Timika, Kamis.
Menurut Omaleng, defisit anggaran yang terjadi  di Pemkab Mimika tahun ini dikarenakan  menurunnya transfer dana bagi hasil pajak dan royalti PT Freeport Indonesia (PTFI) dari pusat.
“Itu bukan hanya di tingkat kabupaten saja, tapi juga sampai di pusat sehingga kami juga terkena imbas,” kata Eltinus.
Sampai September lalu, Kabupaten Mimika yang merupakan penghasil mineral tambang tembaga, emas, dan perak melalui PTFI baru menerima dana Rp. 462 miliar dari royalti perusahaan tersebut.
Untuk itu, Pemkab Mimika telah mengambil langkah-langkah strategis guna mengantisipasi  defisit  anggaran yang terjadi, salah satunya dengan membicarakan masalah terkait royalti dengan PTFI.
Pada tahun 2017 ini, Pemkab Mimika menargetkan  penerimaan royalti sebesar Rp. 1,1 triliun yang berasal dari PTFI.
Saat menyampaikan pengantar nota keuangan RAPBD Perubahan 2017 di hadapan anggota DPRD Mimika pada Senin (09/10), Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan APBD Perubahan Mimika mengalami defisit sekitar Rp. 766 miliar
RAPBD Perubahan Mimika 2017 terdiri atas pendapatan yang diproyeksikan dengan pembulatan sebesar Rp. 2,2 triliun dan belanja daerah sebesar Rp. 3 triliun.
MP
























