Koreri.com, Jakarta – Anggota DPR RI Alimuddin Kolatlena bertemu Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Jakarta, Rabu (20/5/2026) guna membahas sejumlah program strategis untuk masyarakat Maluku.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Maluku Afandi Hassanusi serta Wakil Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Miftha Thoha Rumarei Wattimena.
Dalam kesempatan itu, Ali Kolatlena menyampaikan sejumlah usulan prioritas, mulai dari pembangunan Sentra Kementerian Sosial di Maluku, pembangunan Sekolah Rakyat, program pemberdayaan masyarakat adat, hingga pengusulan gelar pahlawan nasional bagi almarhum AM Sangaji.
Menurut Ali, kondisi geografis Maluku menjadi tantangan besar dalam proses pembangunan dan pemerataan pelayanan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa wilayah Maluku didominasi lautan dengan tingkat aksesibilitas yang masih terbatas.
“Wilayah laut Maluku mencapai 92,4 persen, sementara daratan hanya 7,6 persen. Kondisi geografis dan aksesibilitas yang masih sulit membuat mobilisasi logistik menjadi mahal. Ini berdampak pada pembangunan di berbagai aspek, termasuk pendidikan dan pelayanan dasar,” ujar Ali.
Ia menegaskan bahwa Maluku sebagai daerah kepulauan dan kawasan 3T (terdepan, terluar, tertinggal) membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui program-program pro-rakyat Presiden Prabowo Subianto.
Selain pembangunan sosial dan pendidikan, Ali juga meminta perhatian serius terkait usulan gelar pahlawan nasional untuk AM Sangaji.
Ia berharap Kementerian Sosial dapat kembali mengusulkan nama tersebut pada tahun ini.
“Mereka adalah pejuang yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa tanpa pernah meminta tanda jasa. Negara yang seharusnya menghormati jasa mereka dengan gelar pahlawan,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Mensos RI menyatakan pihaknya akan memberikan perhatian terhadap usulan yang disampaikan demi mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat Maluku.
RLS
























