Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Uji Kompetensi Nasional Tenaga Sanitasi Berbasis CBT

Johny Sumbung Uji Komp nas Poltekes kemenkes Kupang
Momen sesi foto bersama peserta Uji Kompetensi Nasional Program Studi D-III Sanitasi secara berbasis CBT di CBT Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang, Jalan R.A. Kartini, Walikota, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) / Foto : Ist

Koreri.com,  Kupang – Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan Uji Kompetensi Nasional bagi peserta Program Studi D-III Sanitasi secara berbasis Computer Based Test (CBT), Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan berlangsung di CBT Kebida Program Studi D-III Sanitasi nan Poltekkes Kemenkes Kupang, Jalan R.A. Kartini, Walikota, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari pelaksanaan uji kompetensi yang diselenggarakan secara nasional.

Pelaksanaan uji kompetensi ini merupakan bagian dari mekanisme evaluasi nasional yang dilaksanakan melalui koordinasi panitia internal perguruan tinggi bersama unsur kolegium profesi.

Ujian diselenggarakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua, untuk memastikan proses evaluasi kompetensi lulusan tenaga kesehatan berjalan terstandar, objektif, tertib, dan akuntabel.

Di Poltekkes Kemenkes Kupang, jumlah peserta yang mengikuti ujian sebanyak 105 orang. Pelaksanaan dibagi ke dalam dua sesi untuk menjaga ketertiban, kesiapan sarana, serta efektivitas proses ujian. Sesi pertama diikuti oleh 53 peserta, sedangkan sesi kedua diikuti oleh 52 peserta.

Kegiatan dilaksanakan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dengan dukungan aplikasi dari Konsil Kesehatan Indonesia (KKI). Sistem berbasis komputer ini digunakan untuk mendukung proses ujian yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan sesuai dengan ketentuan pelaksanaan uji kompetensi nasional.

Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur, kegiatan turut mendapat pemantauan dan evaluasi dari unsur pusat.

Johny Sumbung, SKM., M.Kes., selaku Ketua Bidang I (Evaluasi dan Ujian) sekaligus Pemonev Pusat, menjalankan tugas monitoring dan evaluasi pelaksanaan ujian di Poltekkes Kemenkes Kupang.

Selain itu, hadir pula Endang Uji Wahyuni, SKM., MKM., sebagai Pengawas Pusat yang mengawal pelaksanaan kegiatan.

Kehadiran pemonev dan pengawas pusat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan ujian, mulai dari kesiapan ruang CBT, perangkat komputer, sistem aplikasi, pengaturan peserta, kepatuhan terhadap tata tertib, hingga kelancaran pelaksanaan pada setiap sesi.

“Kegiatan yang dilaksanakan di Poltekkes Kemenkes Kupang ini diikuti oleh 105 peserta dan terbagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama 53 peserta dan sesi kedua 52 peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan Program Studi D-III Sanitasi di Poltekkes Kemenkes Kupang,” ujar Johny Sumbung, SKM., M.Kes.

Menurutnya, hasil uji kompetensi memiliki arti penting bagi para peserta sebagai salah satu tahapan dalam memasuki dunia profesi setelah menyelesaikan pendidikan. Karena setelah menamatkan pendidikan, lulusan selanjutnya dapat mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) sesuai ketentuan melalui sistem dan mekanisme yang berlaku di bawah Konsil Kesehatan Indonesia.

STR menjadi dokumen penting bagi tenaga kesehatan untuk menjalankan praktik dan bekerja sesuai kompetensi profesinya.

Dengan demikian, keberhasilan peserta dalam mengikuti seluruh proses uji kompetensi diharapkan dapat mendukung kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi pada pelayanan kesehatan masyarakat.

“Setelah selesai menempuh pendidikan di Poltekkes Kemenkes Kupang, para peserta diharapkan segera mengurus STR. Dokumen tersebut menjadi salah satu pegangan untuk bekerja di berbagai tempat strategis, sehingga tenaga sanitasi dapat menjalankan perannya dalam mendukung program-program pemerintah,” tambahnya.

Bagi Poltekkes Kemenkes Kupang, pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional juga menjadi bagian dari proses evaluasi mutu pendidikan. Hasil yang diperoleh peserta dapat menjadi masukan bagi institusi dan program studi untuk terus memperkuat pembelajaran, kesiapan lulusan, sarana pendukung, serta strategi peningkatan kompetensi mahasiswa.

Pelaksanaan ujian di CBT Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang berlangsung dengan dukungan tim internal dan pengawasan pusat.

Seluruh pihak diharapkan terus menjaga integritas, kedisiplinan, serta ketertiban selama proses ujian agar kegiatan berjalan lancar sesuai standar yang ditetapkan.

Melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional ini, Poltekkes Kemenkes Kupang menegaskan komitmennya dalam menghasilkan tenaga kesehatan, khususnya tenaga sanitasi, yang kompeten, profesional, dan siap memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program kesehatan pemerintah serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.

RLS