RSUD Sele Be Solu Rilis Penanganan Korban Diduga Aksi OTK: Hasil VER Diserahkan ke Polisi

RSUD Sele be Solu Rilis Pers Korban Aksi OTK
Konferensi pers Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi Jitmau dan jajarannya terkait penanganan korban aksi diduga OTK, Selasa (18/8/2026) / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Sorong menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan pasien dan memberikan pelayanan kesehatan secara profesional, humanis, serta tanpa membedakan latar belakang pasien.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi Jitmau, dalam keterangan resmi terkait penanganan tiga pasien diduga korban aksi OTK rujukan dari Rumah Sakit Pratama Maybrat yang masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Kamis (13/8/2026) malam.

“Rumah sakit itu memberikan pelayanan dan memprioritaskan keselamatan nyawa pasien. Fokus kami di rumah sakit adalah melayani pasien dan mengutamakan keselamatan nyawa pasien,” tegasnya saat memberikan keterangan persnya di RSUD setempat, Selasa (18/8/2026).

Susi menjelaskan, ketiga pasien yang dirujuk masing-masing berinisial SA (25), AF (47), dan SS (66). Ketiganya diterima tim medis RSUD Sele Be Solu sekitar pukul 20.15 WIT.

Begitu pasien tiba, tim medis langsung melakukan penanganan kegawatdaruratan sesuai standar pelayanan kedokteran. Pemeriksaan awal dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan penunjang, radiologi, pemberian terapi, hingga persiapan kebutuhan darah untuk mendukung tindakan operasi.

“Dokter IGD langsung berkoordinasi dengan dokter spesialis bedah. Dokter spesialis bedah juga langsung turun ke IGD untuk melihat kondisi pasien dan segera melakukan operasi emergensi malam itu,” bebernya.

Masih menurut drg. Susi, seluruh rangkaian operasi yang dilakukan tim dokter spesialis bedah bersama tim kamar operasi berlangsung aman dan lancar hingga seluruh penanganan selesai pada Sabtu dini hari.

Kemudian memasuki hari keempat perawatan, kondisi ketiga pasien dilaporkan stabil dan kini menjalani proses pemulihan serta perawatan lanjutan di ruang non-ICU.

Tim dokter spesialis, perawat, dan tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan secara intensif selama 24 jam. Asuhan kolaboratif juga diterapkan dengan melibatkan dokter spesialis THT untuk salah satu pasien guna memastikan proses pemulihan berlangsung optimal.

“Puji Tuhan, seluruh pasien saat ini dalam kondisi stabil dan sedang menjalani fase pemulihan. Kami terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Susi menambahkan, seluruh pembiayaan penanganan medis, tindakan operasi, hingga perawatan pascaoperasi terhadap ketiga pasien tersebut ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya.

Hal itu, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan mendapatkan penanganan secara layak.

Selain aspek medis, RSUD Sele Be Solu juga telah menjalankan kewajiban medico-legal dengan menyerahkan hasil visum kepada penyidik Polres Maybrat pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Penyerahan hasil visum et repetrum (VER) tersebut disaksikan keluarga pasien, pendamping hukum, perwakilan DPRP PBD, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi.

Susi menegaskan, hasil visum merupakan bagian dari ranah penyidik sehingga pihak rumah sakit tidak dapat memberikan kesimpulan terkait kronologi, motif maupun aspek hukum dari peristiwa yang menyebabkan pasien dirujuk.

“Ranah kami adalah menyampaikan kondisi pasien yang kami terima dan hasil pemeriksaan medis. Untuk kronologi kejadian, motif maupun proses hukum, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang memiliki kewenangan,” ujarnya.

Ditegaskan juga bahwa, RS Sele Be Solu hanya menyampaikan temuan medis sesuai hasil pemeriksaan dan tidak memberikan penilaian di luar kewenangan medis.

Dalam penanganan salah satu pasien, misalnya, tim medis menemukan luka pada bagian paha. Namun, berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan patah tulang maupun cedera pada pembuluh darah besar sehingga pasien dapat ditangani dan diselamatkan.

“Puji Tuhan, pembuluh darah besar tidak terkena dan pasien bisa melewati proses penanganan dengan baik. Saat ini pasien dalam tahap pemulihan,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk gangguan pada bagian telinga salah satu pasien, RSUD Sele Be Solu terus berkoordinasi dengan dokter spesialis THT untuk memastikan penanganan dan pemulihan fungsi berjalan optimal.

Lebih lanjut, Susi menegaskan RSUD Sele Be Solu akan terus menjaga standar pelayanan kesehatan dengan mengedepankan profesionalisme, keadilan, keselamatan pasien, serta pendekatan humanis.

“RSUD Sele Be Solu menegaskan komitmen penuh untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik, profesional, adil dan humanis kepada setiap pasien tanpa memandang latar belakang apa pun,” tegasnya.

Susi juga menyampaikan keprihatinan dan empati kepada para pasien serta keluarga yang sedang menghadapi musibah.

Manajemen RS mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar ketiga pasien segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

“Semoga kondisi para pasien segera pulih dan mereka dapat kembali berkumpul bersama keluarga tercinta,” pungkas Susi.

KENN