Rakor Protokol Mimika Dorong Pelayanan Pemerintahan Lebih Profesional

IMG 20260908 WA0064

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong peningkatan profesionalisme aparatur protokol agar pelayanan dalam setiap agenda pemerintahan berlangsung cepat, tepat, tertib, dan berstandar.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Protokol bertema “Protokol Profesional, Pelayanan Prima, Citra Pemerintah yang Berwibawa” digelar Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Mimika di Hotel Grand Tembaga Timika, Papua Tengah, Selasa (8/9/2026).

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan profesionalisme protokol tidak sebatas kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, koordinasi, serta kemampuan membaca situasi di lapangan.

“Pelayanan prima berarti memberikan pelayanan terbaik kepada pimpinan, tamu, masyarakat, maupun seluruh pihak yang terkait dengan kegiatan pemerintahan,” ujar Bupati Johannes Rettob dalam sambutannya.

Menurutnya, setiap agenda pemerintahan harus dipersiapkan secara matang dan dilaksanakan secara cepat, tepat, serta sesuai ketentuan. Karena itu, kesamaan pemahaman dan komunikasi yang jelas antarpetugas menjadi kunci agar kegiatan berjalan efektif.

“Setiap kegiatan yang dilakukan, komunikasi secara jelas itu sangat penting,” tegasnya.

Rettob berharap Rakor Protokol dapat menyamakan pemahaman seluruh jajaran mengenai tugas, fungsi, kewenangan, dan mekanisme kerja protokol, sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi.

Sementara itu, PPTK kegiatan Fatima Silubun mengatakan Rakor digelar untuk menyelaraskan pemahaman mengenai aturan keprotokolan, termasuk tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan.

Selain meningkatkan kapasitas petugas, forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan tugas protokoler sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala teknis di lapangan.

“Rakor Protokol ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan protokoler yang sedang berjalan serta mencari solusi terhadap berbagai kendala teknis yang ditemukan di lapangan,” ujar Fatima.

Rakor diikuti sekitar 150 peserta dari OPD, distrik, kelurahan, kampung, instansi vertikal, organisasi masyarakat, dan mitra pemerintah daerah yangberlangsung selama tiga hari, 8-10 September 2026.

Materi disampaikan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Sekretariat Negara, Lembaga Pelatihan Sekolah Etika Keprotokolan dan Kepemimpinan Indonesia, serta Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mimika Ananias Faot.

Kegiatan resmi dibuka Bupati Johannes Rettob dan dilanjutkan dengan pemaparan materi serta diskusi bersama peserta.

EHO