Koreri.com, Sorong – Keterbatasan fasilitas pendidikan dan infrastruktur dasar masih menjadi persoalan yang disuarakan masyarakat di Distrik Sengkuduk, Kabupaten Sorong.
Aspirasi tersebut mencuat saat Anggota DPRP Papua Barat Daya, Cartensz Malibela, melakukan reses II di tempat tersebut, Selasa (15/9/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri kepala distrik, kepala seksi, tiga kepala kampung, tokoh agama, adat, perempuan, pemuda, serta perwakilan pendidikan, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, terutama sektor pendidikan.
Malibela mengatakan, masyarakat berharap Pemerintah membangun fasilitas pendidikan yang lebih lengkap. Saat ini, salah satu sekolah dasar di Sengkuduk telah memiliki siswa hingga kelas VI, namun hanya ditunjang tiga ruang belajar.
“Harapan masyarakat adalah sekolah bisa lengkap dari kelas I sampai kelas VI, termasuk ruang guru dan fasilitas pendukung lainnya,” ucap Malibela.
Selain Sekolah Dasar, masyarakat juga mendesak pembangunan sekolah menengah pertama (SMP). Pasalnya, Distrik Sengkuduk hingga kini belum memiliki SMP sehingga anak-anak harus melanjutkan pendidikan ke Distrik Morait atau Sulemkai.
Anggota Komisi IV DPRP PBD ini menegaskan, pemerintah provinsi maupun kabupaten siap memperjuangkan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut sepanjang persoalan lahan dapat diselesaikan.

Selain pendidikan, lanjut Cartensz, warga setempat juga menyampaikan aspirasi terkait layanan kesehatan, ketersediaan air bersih, rumah ibadah, peningkatan jalan, hingga penerangan listrik.
Untuk akses jalan, Malibela menjelaskan ruas dari Klai Lidla merupakan kewenangan provinsi, sedangkan ruas mulai dari Klaso hingga Distrik Sengkuduk menjadi kewenangan kabupaten.
Menurut dia, peningkatan jalan di sejumlah titik sudah mulai dilakukan secara bertahap.
“Perhatian pemerintah sudah mulai masuk. Memang belum semuanya terjawab sekarang, tetapi kita yakin secara bertahap kebutuhan masyarakat di sana bisa dipenuhi,” harapnya.
Persoalan listrik juga menjadi perhatian warga. Sebagian masyarakat masih mengandalkan generator set (genset) untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari.
Mantan Wakil Ketua DPRP Papua Barat itu berharap program pemerataan listrik tidak hanya menjangkau wilayah perkotaan dan ruas jalan nasional, tetapi juga masyarakat yang tinggal di pedalaman dan pelosok.
“Kalau kita bicara Indonesia terang, maka penerangan juga harus menyentuh masyarakat di pedalaman, pesisir, lembah hingga wilayah pegunungan,” sahutnya.
Cartensz Malibela memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk usulan dari pemuda, perempuan dan tokoh masyarakat, akan menjadi bahan perjuangan DPRP PBD sesuai skala prioritas dan kemampuan pemerintah.
KENN

























