Transaksi Hari I Festival UMKM HUT ke 30 Mimika Capai 113,43 Juta

Sinyal Produk Lokal Makin Diminati

Samuel Yogi Festival UMKM HUT ke 30 Mimika
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi / Foto : NUEL

Koreri.com, Timika – Festival dan Pasar UMKM Mimika dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten ke 30 tahun 2026 mencatat capaian transaksi yang cukup menggembirakan pada hari pertama pelaksanaan.

Hingga Selasa (6/10/2026), nilai transaksi produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tercatat telah mencapai Rp113.430.000, meski kegiatan baru berlangsung kurang dari 24 jam.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi, menyampaikan capaian tersebut saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival dan Pasar UMKM di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Selasa (6/10/2026).

“Total harga yang sudah berlangsung dari pagi hingga saat ini menembus Rp113.430.000,” ujar Samuel, yang langsung disambut tepuk tangan peserta dan tamu undangan.

Menurut Samuel, capaian transaksi tersebut menjadi kabar positif bagi perkembangan UMKM di Kabupaten Mimika.

“Belum 24 jam, sudah mencapai Rp100 juta lebih. Ini luar biasa,” bebernya.

Samuel menilai tingginya transaksi pada hari pertama menunjukkan bahwa produk-produk UMKM Mimika memiliki potensi pasar yang besar apabila mendapatkan ruang promosi dan pemasaran yang tepat.

Festival dan Pasar UMKM ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kabupaten Mimika ke-30 tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Oktober 2026, di halaman Gedung Eme Neme Yauware.

Sekitar 200 pelaku UMKM ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman, produk olahan, kerajinan, noken, produk kreatif, produk khas Papua hingga berbagai produk unggulan lainnya.

Samuel mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Kabupaten Mimika, tetapi juga menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah dalam membuka ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal.

 

“Festival dan Pasar UMKM ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kabupaten Mimika yang ke-30 tahun 2026, sekaligus sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan dan pengembangan UMKM Kabupaten Mimika,” jelasnya.

Menurut Samuel, Pemerintah daerah ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan konsumen.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan promosi dan pemasaran produk UMKM, mendorong peningkatan omzet dan pendapatan pelaku usaha, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal Mimika.

Samuel menegaskan, pengembangan UMKM Mimika tidak boleh hanya berorientasi pada pasar lokal. Pelaku usaha juga perlu didorong agar mampu memperluas pasar hingga tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

“Tema yang dicantumkan ini bagaimana UMKM Mimika kita bisa bersaing, baik di tingkat provinsi, pusat maupun nasional,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dekranasda Kabupaten Mimika, asosiasi UMKM serta para pelaku UMKM binaan pemerintah daerah.

Samuel menyebut sejumlah produk UMKM Mimika juga mulai mendapatkan pasar yang lebih luas. Salah satunya adalah produk kopi asal Kabupaten Mimika.

“UMKM Mimika sudah ditembus sampai ke pasar internasional. Salah satunya adalah produk-produk kopi dari Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Samuel mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung program pengembangan koperasi dan UMKM di Kabupaten Mimika.

Ia juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat sehingga pengembangan UMKM di Mimika dapat berjalan lebih maksimal.

Menurutnya, pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) juga menjadi bagian penting dalam upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Bagaimana supaya Orang Asli Papua bangkit untuk mandiri di atas tanah sendiri. Mari kita bersatu, bergandengan tangan mendukung program pemerintah,” katanya.

Samuel berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah pusat dapat semakin mempercepat pertumbuhan UMKM di daerah.

Ia menekankan bahwa pengembangan UMKM harus menjadi gerakan bersama agar pelaku usaha lokal dapat mengambil peran lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Festival dan Pasar UMKM Mimika berlangsung selama tiga hari dengan berbagai kegiatan, mulai dari pameran dan penjualan produk, promosi UMKM, pengenalan produk unggulan hingga hiburan dan interaksi langsung antara pelaku usaha dengan masyarakat.

Antusiasme sekitar 200 pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha.

Samuel berharap momentum HUT Kabupaten Mimika ke-30 dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk dan meningkatkan pendapatan.

“Ini merupakan bentuk nyata pemerintah daerah dalam memberikan ruang promosi, pemasaran dan pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM Kabupaten Mimika,” pungkasnya.

Dengan transaksi Rp113,43 juta pada hari pertama, Festival dan Pasar UMKM Mimika menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi produk lokal sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.

NUEL