Fokus  

Yono Bantah Pencemaran Aroma Kotoran Sapi di Areal Kediaman Wabup

WhatsApp Image 2021 03 12 at 19.19.11
Lokasi Peternakan Sapi dekat Kediaman Wakil Bupati dan Rumah Tamu Negara. (Foto : Istimewa)

Koreri.com, Bintuni– Pencemaran lingkungan akibat aroma kotoran usaha peternakan sapi yang membuat areal rumah dinas Wakil Bupati Teluk Bintuni dan Rumah Tamu Negara serta masyarakat sekitar merasa tidak nyaman seperti disoroti LBH Sisar Matiti dibantah Koordinator Peternak Sapi, Yono.

Yono kepada wartawan, Jumat (12/2/2021) mengkalim bahwa di areal peternakan tidak terasa aroma tidak sedap dari kotoran Sapi. Klarifikasi ini sekaligus membantah pemberitaan di sejumlah media online terkait pencemaran dari usaha peternakan tersebut.

“Saat ini di lapangan tidak terasa ada aroma tidak sedap dari kotoran ternak sapi yang berjumlah 50 ekor ini.Areal ini luasnya 23 hektar yang nantinya dijadikan untuk peternakan,” ucap Yono.

Menurut Yono di tempat tersebut pihaknya sedang melakukan pembuatan lahan kebun kelapa jenis Pandan Wangi Thailand dengan buah-buahan.

Tujuan usaha mereka (pemegang saham) membuat percontohan usaha di Bintuni dengan harapan dapat di contoh oleh masyarakat Sisar Matiti yang akan dikembangkan seperti peternakan sapi, pengembangan ikan mujair, nila, gurami,perkebunan kelapa, buah-buahan dan tempat agro wisata.

Sementara untuk lahan kata Yono, sudah ada pelepasan tanah adat dan lagi pengurusan sertifikat dengan total areal 50 hektar. Sedangkan untuk pengurusan ijin belum dilakukan karena terkendala situasi politik yang belum stabil dan pandemi covid-19, namun pihaknya mengupayakan ijin secepatnya.

“Pemerintah belum pernah melakukan diskusi terkait usaha ini, pernah kita didatangi Dinas Pertanian dan PTSP tetapi hanya sebatas memeriksa untuk itu kami tekankan bahwa, kotoran dari peternakan ini tidak berceceran di jalan raya, itu mungkin kotoran ternak orang lain. Karena kotoran yang dihasilkan oleh sapi yang kami kelola  langsung di olah menjadi kompos untuk tanaman,”tegas Yono.

KENN