Kris Bonsapia Rela Ambil Oksigen Untuk Kebutuhan IGD RSUD Dok II Jayapura

WhatsApp Image 2021 07 18 at 10.44.19
Kris Bonsapia dan rekannya foto bersama mobil pick-up di depan IGD RSUD Dok II Jayapura,Minggu (18/7/2021) / Foto: Dokter Silawanus Sumule

Koreri.com, Jayapura – Ceritra Kris Bonsapia yang rela mengambil oksigen untuk memenuhi kebutuhan pasien di IGD RSUD Dok II Jayapura karena sudah habis stok.

Kehabisan oksigen karena membludaknya pasien positif Covid-19 yang lagi rawat di rumah sakit umum daerah dok II Kota Jayapura.

Juru bicara satgas penanganan covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, mengatakan kehabisan stok oksigen membuat semua tenaga medis panik dan tim IPRS bingung mencari kendaraan.

“Tenaga kesehatan yang bertugas mengambil oksigen kelelahan, karena bekerja hingga subuh, beruntung ada Kris Bonsapia yang sedang jaga istrinya rawat dengan tulus menawarkan diri untuk membantu. Puji Tuhan, oksigen pun tiba.” kata Jubir Satgas Covid-19, dokter Silwanus dalam keterangan pers di WA grup Covid-19 Provinsi Papua, Minggu (18/7/2021) pagi.

Dikatakan, Kris Bonsapia dibantu seorang kerabatnya membantu mengambil oksigen bagi kebutuhan pasien di IGD RSUD Dok II, Jayapura, menggunakan mobil pick-up miliknya.

Kris Bonsapia mengaku membantu ambil oksigen denga senang hati, apalagi saat ini istrinya juga sedang rawat di RSUD Dok II Jayapura.

“Dengan senang hati kami harus membantu, karena saya boleh bilang bahwa bukan membantu. Tapi kita lihat dan kita harus tahu bahwa itu tanggungjawab kita bersama, apalagi saat ini istri saya juga sedang dirawat di rumah sakit sini,” kata kris Bonsapia dalam bincang – bincang dengan jubir satgas covid-19.

Apakah bapak tak merasa terbebani untuk bantu seperti begini? Tanya dokter silwanus sekaligus salah seorang dokter di RSUD Dok II, yang ikut membantu menangani pasien Covid-19.

“Sangat tidak membebani karena ini tanggungjawab kita bersama,” jawab Kris Bonsapia.

Apa yang bapak harapkan dari RSUD Dok II, Jayapura saat ini?

Setahu saya di kota Jayapura ini kan kami masyarakat sendiri sudah dengar dan lihat sendiri rumah sakit ini dia semakin canggih. Beberapa tahun lalu sempat stagnan atau tak sempat jalan baik” kata Bonsapia dalam bincang – bincang itu.

“Kami punya harapan itu biar pemerintah pusat atau pihak terkait bisa segera melancarkan pembangunan yang ada di kota Jayapura, Provinsi Papua ini, agar menjadi satu kebanggaan buat kami masyarakat Papua, yang selalu mengharapkan perhatian pemerintah, khususnya di bidang kesehatan,” sambungnya.

Apa yang diharapkan dari RSUD Dok II, khusus untuk Covid-19 sendiri?

Kalau saya boleh bicara, tapi jangan tersinggung ya bahwa masyarakat di Jayapura setahu saya yang saya dengar sendiri sudah tak ingin ke rumah sakit, karena mereka ditakut-takutin dengan cara pelayanan, makanya masyarakat di Jayapura ini kebanyakan lari ke dokter praktek atau poli- poli swasta, karena banyak isu dari masyarakat sendiri, sepertinya ada permainan atau bagaimana mengenai dana- dana besar yang turun dari pemerintah lalu disalahgunaan oleh pihak-pihak terkait,” ujar kris.

“Akhirnya yang saya dengar juga sepertinya mengejar angka, seperti penyakit penyakit lain namanya orang awam maaf kami sakit misalnya kecelakaan ternyata begitu dibawah ke rumah sakit dibilang Covid-19,” katanya.

Padahal orang awam tak tahu bahwa mereka mempunyai penyakit-penyakit lain sebelum Covid-19.

“Jadi harapan saya dari dinas terkait harus banyak memberikan sosialisasi ke masyarakat, agar mereka percaya dengan rumah sakit ini,” ujarnya.

Terakhir Bapak kan istri bapak sementara dirawat ya kalau bapak lihat istri bapak apakah bapak percaya Covid-19 itu ada ka tidak, setelah istri bapak dirawat? tanya dokter silwanus.

“Saya percaya Covid-19 itu ada, karena sesuai gejala Covid-19 sendiri ada didalam penyakit istri saya yang selama ini hanya batuk dan paru ternyata kami awam jadi kami tak tahu bahwa dengan adanya paru didalamnya sudah ada penyakit yang kita bilang Covid-19,” kata bonsapia.

“Akhirnya istri saya dirawat dan saya sudah lihat ada banyak perubahan,” sambungnya.

Mengakhiri bincang – bincang, dokter Silwanus bertanya untuk saat ini bagaimana pelayanan di RSUD Dok II walaupun dirawat di selasar begini?

Masyarakat harus bisa menerima itu. Kalau tak menerima silakan mau cari kemana adanya seperti ini,” kata kris bonsapia.

“Sekali lagi terima kasih bapak sudah bantu angkat kami punya oksigen. Tuhan berkati.,” pungkas Silwanus.

SEO