Persoalan Pencaker Teluk Bintuni Bakal Temukan Solusi

IMG 20220219 WA0000
Anggota DPR Papua Barat Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H.(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Manokwari – Aksi demo para pencari kerja (Pencaker) di Bintuni memalang sejumlah fasilitas milik perusahan raksasa BP Tanggung baru-baru ini bakal ada mencapai titik temu.

Pemerintah Provinsi Papua Barat telah mengambil langkah memfasilitasi pihak BP Tangguh, beberapa sub kontraktor, CSTS, bersama Dinas Tenaga Kerja Teluk Bintuni dan DPR Papua Barat untuk membahas soal ketenagakerjaan yang disampaikan dengan lantang oleh para pencaker.

Pertemuan berlangsung tertutup ini dihadiri Ketua DPR Papua Barat yang diwakili legislator muda dari Dapil 5 yakni Kabupaten Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Fakfak dan Kaimana, Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H di Aston Niu Manokwari, Jumat siang.

Usai pertemuan Syamsudin Seknun kepada awak media, Jumat (18/2/2022) menjelaskan bahwa dapat pertemuan tersebut sedikit berjalan alot, namun sudah menuju kesepakatan bersama.

“Kami sudah mendapat titik temu sebagai solusi untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan yang dialami 300 sekian tenaga kerja yang dirumahkan pasca pandemi COVID-19 di Bintuni,” jelas Sase.

Kemudian setelah DPR Papua Barat mendapat penjelasan dari pihak BP Tangguh bahwa progres pekerjaan kontstruksi  train III akan selesai dalam waktu dekat, selanjutnya masuk pada fase pengoperasian.

Pada fase pengoperasian ini akan terjadi pengurangan tenaga kerja di LNG Tanggung, bukan berarti tidak ada rekrutmen tenaga kerja.

“Kita sempat berdebat dan mencocokan data antara pemerintah dengan pihak BP Tangguh, ternyata dari 300 sekian tenaga kerja itu juga tidak semua terakomodir ada, memang,” ucap Seknun.

Diakui Sase bahwa sedikit rumit terkait dengan tenaga kerja apalagi berhubungan dengan BP Tangguh karena perusahan ini punya standar kualifikasi yang spesifik.

Namun, ditegaskan anggota fraksi NasDem yang juga Wakil Ketua Bapemperda DPR Papua Barat itu standar kualifikasi yang spesifik itu sudah dijawab dengan hadirnya P2TIM Teluk Bintuni.

Dengan penjelasan itu maka BP Tangguh akan mengkroscek kembali sejumlah tenaga kerja yang di rumahkan, kalau masih ada spac sesuai dengan spesifikasi atau keahlian para tenaga kerja itu maka akan diakomodir kembali.

Meski akan ad solusi untuk menjawab aspirasi yang disampaikan para tenaga kerja dirumahkan itu namun sejumlah fasilitas BP Tangguh masih dipalang.

Dalam waktu dekat pihak-pihak yang mengikuti pertemuan itu akan berkunjung ke Kabupaten Teluk Bintuni untuk bertemu langsung dengan para tenaga kerja.

“Saya wakil rakyat dari Dapil 5 persoalan tenaga kerja ini menjadi tanggung jawab moril saya sehingga kepada adik-adik yang di Teluk Bintuni tolong bersabar, kita lagi komunikasi Puji Tuhan ini ada titik temu walaupun pada akhirnya keputusan ini tidak memuaskan semua pihak tapi paling tidak sedikit mempresentasikan harapan dari para pencaker,” pesan Sase.

KENN