Koreri.com, Wasior (01/11) – Ratusan guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, sampai dengan saat ini belum mengikuti proses sertifikasi profesi guru.
Menurut Wakil Bupati Teluk Wondama, Paulus Indubri di Wondama, Selasa, dari sekitar 349 guru SD yang berijazah S-1 dan D-IV Kependidikan, baru 13 orang saja yang telah mengantongi sertifikat mengajar sementara sisanya yakni sebanyak 336 orang belum jelas nasibnya.
“Mereka terancam kehilangan hak untuk berdiri di depan kelas sebagai pengajar, kalau sampai tahun 2019 belum juga mengikuti sertifikasi,” kata Indubri mendesak Dinas Pendidikan segera mengupayakan sertifikasi guru bagi mereka.
Ia berharap agar seluruh guru yang ada di wilayahnya dapat menerima sertifikat mengajar setidaknya sebelum tahun 2019.
Salah seorang pengawas sekolah, Steven Mariai, mengatakan bahwa mereka yang belum mengikuti sertifikasi adalah guru-guru yang bertugas di daerah terpencil dan pedalaman.
Selain informasi soal tata cara mengikuti sertifikasi yang sangat minim, kesulitan utama yang dihadapi para guru tersebut yakni tidak adanya jaringan internet yang tersedia di daerah tugasnya.
“Sementara untuk daftar sertifikasi ini semua harus pakai internet jadi kami mohon untuk di Papua diberikan kebijakan khusus,” kata Mariai kepada Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan James Modouw yang hadir sebagai narasumber.
Terkait hal itu, James menyarankan agar para guru yang belum mengikuti sertifikasi profesi agar mengikuti pendidikan profesi guru (PPG).
“Untuk guru yang belum sertifikasi bisa ikut PPG di Jayapura selama dua tahun,” ujar James.
Ia juga menambahkan bahwa soal batas waktu sertifikasi guru yang berakhir pada 2019, ada kemungkinan untuk diperpanjang.
“Kami sedang mendorong agar batas waktunya diperpanjang. Pokoknya sampai tuntas semuanya dulu,” jelasnya.
MP-RR
























