Koreri.com, Ambon (30/4) – Produksi pangan lokal berupa ubi kayu dan ubi jalar di Maluku pada 2017 lalu berhasil melampaui target.
Hal ini terlihat dari data yang dirilis Dinas Pertanian Provinsi Maluku dimana dari komoditi pangan lokal ubi kayu sebanyak 134.000 ton.
Realisasinya, produksi ubi kayu sebanyak 154.982 ton sehingga menjawab kebutuhan ubi kayu sebagai pangan lokal di Maluku sebanyak 59.778 ton.
“Ubi kayu lebih dari produksi maupun target dimana kebutuhannya 59ribu ton. Jadi kita sudah sangat swasembada untuk ubi kayu. Karena kebutuhan ubi kayu cuma 59.778 ton, sedangkan kita sudah mencapai produksi 154.982 ton, jadi sudah kelebihan di target maupun kebutuhan,” ungkap Kepala Distan Provinsi Maluku, Diana Padang pekan kemarin.
Sementara untuk produksi pangan lokal ubi jalar di Maluku tahun 2017 sebanyak 40.000 ton. Jumlah tersebut melebihi target yang ditentukan yakni sebanyak 29.000 ton.
Meskipun produksi ubi jalar melebihi target, namun dalam hal menjawab kebutuhan masyarakat yang sebesar 41.000 ton masih terdapat kekurangan sebanyak 962 ton.
“Sedikit saja kekurangannya,” tukasnya.
MP-RR
























