Jumlah Korban Pembataian Nduga Belum Pasti

Pekerja PT. Istaka Karya, Jimmy Aritonang (kanan) salah satu saksi hidup aksi pembantaian keji yang berhasil loloskan diri
Pekerja PT. Istaka Karya, Jimmy Aritonang (kanan) salah satu saksi hidup aksi pembantaian keji yang berhasil loloskan diri

Koreri.com, Jayapura (5/12) – Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa berdasarkan laporan dari Pendeta Wilhelmus Kogoya (Tokoh gereja distrik Yigi) melalui saluran Radio SSB yang diterima oleh aparat keamanan pada tanggal 03 Des 2018 pukul 15.30 bahwa telah terjadi pembantaian terhadap pejerja jembatan karyawan PT. Istaka Karya sejumlah 24 orang tewas tertembak.

Namun kini, diperoleh informasi terbaru, jumlah korban tewas 19 orang.

Pernyataan itu disampaikan pekerja PT. Istaka Karya, Jimmy Aritonang, salah satu saksi hidup aksi pembantaian keji tersebut yang berhasil lolos kepada aparat keamanan setempat.

“Jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata di lereng bukit Puncak Kabo adalah 19 orang,” demikian pengakuannya sebagaimana pernyataan Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi dalam rilis yang diterima Koreri.com, Rabu (5/12/2018) pagi.

Kepada aparat, Jimmy kemudian menuturkan kronologis kejadian, pada Sabtu (1/12/2018), seluruh karyawan PT. Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja karena pada hari itu ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai Hari Kemerdekaan KKSB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Sekitar pukul 15.00 Wit, kelompok KKSB mendatangai kamp PT. Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar dan digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standar militer.

Keesokan harinya, Minggu (2/12/2018) pukul 07.00 Wit, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju Bukit Puncak Kabo.

Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok.

Tidak lama kemudian para KKSB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua hingga kemudian secara sadis.

Mereka menembaki para pekerja, sebagian tertembak mati di tempat namun sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah.

Setelah itu, KKSB meninggalkan para korban melanjutkan perjalanan menuju Bukit Puncak Kabo.

11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri namun apesnya, mereka terlihat oleh KKSB sehingga dikejar.

5 orang tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah sementara 2 orang diantaranya belum ditemukan.

Sedangkan 4 orang (diantaranya saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua.

Sementara itu, pada Senin (3/12/2018) sekitar pukul 05.00 WIT, Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan diserang oleh KKSB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak. Rupanya mereka tetap melakukan pengejaran.

Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos membuat salah seorang anggota Yonif 755/Yalet atas nama Serda Handoko membuka jendela hingga tertembak dan meninggal dunia.

Anggota pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 hingga 21.00 Wit.

Karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka Selasa (4/12/2018) dinihari pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan.

Saat itulah, salah seorang anggota atas nama Pratu Sugeng tertembak di lengan.

Paginya, Selasa (4/12/2018) pukul 07.00 WIT Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban.

Sebelumnya, pada Selasa (4/12/2018) sekira pukul 17.45 Wit pasukan gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi 12 warga masyarakat terdiri dari: 4 orang karyawan PT. Istaka Karya, 6 orang petugas Puskesmas Mbua dan 2 orang guru SMP Mbua dengan menggunakan helikopter milik TNI AD.

Diantara mereka terdapat 3 orang karyawan PT. Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan KKSB dan saat ini sedang di evakuasi ke RSUD Wamena.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, belum ada kepastian terkait jumlah korban pembataian di Nduga hingga berita ini dipublikasikan.

Pada pemberitaan Koreri.com sebelumnya, diberitakan jumlah korban pembantaian sebanyak 31 pekerja.

VDM