Koreri.com – Seorang tokoh ateis terkemuka bernama Richard Dawkins (78) membuat pernyataan yang justru memperkuat klaim bahwa Yesus Kristus itu nyata berdasarkan bukti yang cukup meyakinkan.
Dalam buku barunya yang berjudul “Outgrowing God”, Dawkins berusaha membujuk para pembaca untuk berhenti mempercayai Tuhan seperti yang telah Ia lakukan sejak berusia 15 tahun.
Namun dalam usaha-usaha yang Ia lakukan, Ia justru menyajikan bukti yang mendukung keabsahan Alkitab tentang Yesus Kristus.
Dalam buku barunya itu, Ia menulis, “Seorang Romawi bernama Tacitus menawarkan bukti yang lebih meyakinkan tentang keberadaan Yesus, dilatar-belakangi alasan bahwa Tacitus jelas bukan seorang pendukung Kekristenan”.
Ia (Tacitus) yang merupakan seorang senator dan sejarawan besar di Kekaisaran Romawi pada masa itu, juga menulis dalam Bahasa Latin tentang sebuah kejadian terkait penyiksaan pengikut kristen mula-mula yang dilakukan oleh Kaisar Nero.
“Nero merasa bersalah karena telah melakukan kekejian yang teramat sangat pada orang-orang Kristen.”
“Kristus yang berasal dari kata Christus, mengalami penderitaan yang sangat luar biasa selama pemerintahan Pontius Pilatus.”
“Suatu hal yang luar biasa dan tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat, yang sedang diselidiki, kembali terjadi bukan hanya di Yudea yang merupakan sumber awal kejahatan, namun juga terjadi di Roma yang merupakan pusat dari segala hal buruk dan memalukan di dunia dan kemudian menjadi sangat populer.”
Dawkins kemudian memberi opini dan pandangannya dengan menyatakan Yesus sepertinya sangat nyata, tetapi meragukan cerita yang ada di Kitab Perjanjian Baru.
Ia juga menambahkan bahwa, hampir semua peneliti menyatakan bahwa Yesus memang nyata.
Tentu kita akan mengetahui secara pasti apabila ke-4 Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) di Perjanjian Baru secara historis adalah benar.
Sampai dengan hari ini, jelas tidak ada yang meragukannya.
Bahkan, dalam frase-frase tertentu dalam Bahasa Inggris, ada kata-kata ‘gospel truth’ yang berarti kebenaran atau kebenaran injili.
Namun frase-frase ini justru meragukan di masa kini setelah studi yang dilakukan di abad ke-19 dan 20 oleh para ilmuwan.
Pandangan ini sejalan dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya, dimana Dawkins mempertanyakan apakah kisah-kisah dalam Alkitab adalah merupakan saduran dari mitos dan legenda.
Ia juga menulis dalam bukunya, sebelum tulis-menulis ditemukan dan sebelum adanya arkeologi ilmiah dimulai, cerita lisan merupakan cara yang paling ampuh untuk belajar mengenai sejarah yang sesungguhnya sangat tidak berdasar.
Apa yang disampaikan secara lisan dapat menyebabkan cerita asli mengalami pergeseran.
Pada akhirnya, sejarah yang memang benar-benar terjadi, menjadi hilang dalam mitos dan legenda.
Dalam Alkitab, keajaiban Yesus memang bernar-benar adalah aksi-aksi supranatural seperti penyembuhan, pengusiran setan, kebangkitan, kuasa atas alam dan pengampunan dosa.
Dalam injil Markus, Matius dan Lukas, Yesus menolak memberi tanda-tanda ajaib untuk membuktikan keilahiannya.
Namun demikian, dalam Injil Yohanes, Yesus ditulis melakukan tujuh keajaiban dari merubah air menjadi anggur hingga membangkitkan Lazarus dari kematian.
Bagi banyak orang Kristen, inilah yang dilihat sebagai keajaiban utama yang dilakukan oleh Yesus, namun beberapa penganut Kristen moderat dan non-Kristen menganggap cerita ini sebagai simbol-simbol semata.
ARD
Sumber: Express.co.uk
























