Koreri.com, Manokwari – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat (DPR-PB) mulai membahas dokumen kebijakan umum anggaran – prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) rancangan APBD Provinsi Papua Barat tahun 2021.
Pembukaan KUA-PPAS tahun 2021 itu berlangsung dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR-PB) di Ball room Aston Niu Manokwari,Kamis (4/2/2021) dihadiri Wakil Gubernur Mohammad Lakotani,S.H.,M.Si didampingi pimpinan OPD Pemprov PB.
Dalam pidato pengatar Gubernur yang disampaikan Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani,S.H.,M.Si menjelaskan bahwa, jumlah pendapatan ditargetkan pada tahun 2021 merupakan pwerkiraan yang terukur secara rasional dapat dicapai untuk setiap sumber didasarkan pada ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku.
“Karena itu, besarnya target pendapatan daerah Provinsi Papua Barat untuk tahun 2021 turun 2021 rurun bila dibandingkan dengan jumlah pendapatan pada tahun 2020 sebesar 12,5 persen” ucap Wagub Mohammad Lakotani dalam pidato pengantaranya, Kamis malam.
Sementara belanja pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer, sehingga estimasi total belanja daerah Papua Barat tahun anggaran 2021 mengalami penurunan sebasar 28,3 persen dari jumlah belanja.
Lakotani menjelaskan struktur APBD tahun anggaran 2021 sebagai berikut, racangan pendapatan daerah meliputi PAD dan transfer pemerintah pusat dimana berdasarkan kebijakan pendapatan daerah sejumlah Rp 6.830.068.181.373,00 terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 412.577.256.373,00, pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp 6.417.490.925.000,00.
Rencana belanja sebesar Rp 7.757.517.657.980,00 terdiri dari belanja operasi Rp 3.149.940.543.621,00 belanja modal Rp 2.328.071.882.385,00 belanja tidak terduga Rp 158.659.452.009,00 dan belanja transfer sebesar Rp 2.100.651.045.202,00.
Pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan berupa sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran 2020 diperkirakan sebesar Rp 927.449.478.628,00.
KENN































