as
as

Pemprov Papua Tengah Bentuk 4 Satgas Percepat Kesejahteraan Masyarakat

WhatsApp Image 2023 09 05 at 15.11.25
Pj Gubernur Papua Tengah, DR. Ribka Haluk, terima bantuan penanganan stunting dari PT. Freeport Indonesia di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (4/9/2023) / Foto: Humas Pemprov Papua Tengah

Koreri.com, Timika – Pemerintah Provinsi Papua Tengah membentuk 4 Satuan Tugas (Satgas) guna mempercepat kesejahteraan masyarakat. Adapun 4 satgas tersebut antara lain, satgas penanganan stunting, satgas penanganan kemiskinan ekstream, satgas inflasi dan satgas penanganan pengagguran.

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, mengungkapkan pemerintah provinsi berkomitmen melaksanakan program prioritas pemerintah pusat, antara lain pengentasan kemiskinan esktream, stunting, inflasi di daerah dan juga pengangguran.

“Sementara ini kami sedang menyiapkan regulasi terkait pembentukan satgas. Saya telah memerintahkan Staf Ahli Gubernur untuk menyiapkan segala kebutuhan satgas dan juga menyiapkan tim,” ungkap Ribka Haluk saat menerima bantuan dari PT.Freeport Indonesia untuk penanganan stunting di Timika, Senin (4/9/2023) malam.

Selain itu Ribka Haluk juga telah memerintahkan Sekda dan masing-masing Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bertanggungjawab untuk mengajukan tim teknis yang terlibat dalam satgas ini.

“Saat ini tim juga tengah menyiapkan konsep penanganan di masing-masing satgas, sambil menunggu tim dilantik. Lalu kita juga membuat konsep identitas diri antara lain seperti pakaian, agar masyarakat muda mengenali tim yang turun ke lapangan,” jelasnya.

Ribka Haluk menerangkan dari data yang saat ini dimiliki terdapat 2.671 orang terdampak stunting di Provinsi papua Tengah. Hanya saja data tersebut masih dikaji ulang, mengingat 2 kabupaten yakni Intan Jaya dan Dogiyai belum memiliki data real.

“Kedepan kita akan berburu untuk penanganan stunting ini. Kita juga akan libatkan anak-anak muda yang pengangguran, sehingga mereka bisa dilibatkan dalam satgas ini. Kenapa mereka dilibatkan, guna mengurangi angka pengangguran yang datanya saat ini berjumlah 5.000 orang,” tuturnya.

Ribka Haluk menambahkan menurut data BKKBN jumlah masyarakat di Papua Tengah dengan kondisi miskin ekstream sebanyak 169.538 orang. Sehingga diharapkan satgas harus mampu menurunkan angka tersebut.

“Nanti jumlah satgas sekitar 200 orang yang akan bekerja keras 3 bulan kedepan. Satgas akan di isi ASN sebagai intansi teknis dan melibatkan anak-anak yang belum bekerja dan elemen masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Ribka Halum berterima kasih kepada PT. Freeport Indonesia yang menyatakan komitmennya untuk membantu dalam berbagai bentuk, baik dalam bentuk keuangan, materil, moril dan menjadi mitra yang baik bagi pemerintah.

“Khusus untuk penanganan penganggura, kita berharap anak-anak kita diberikan pembekalan skil, hingga nantinya bisa diserap menjadi tenaga kerja,” lugasnya.

Sementara itu, Executive Vice Prseident Sustainabel Develoment PT. Freeport Indonesia, Clause Wamafma menjelaskan pihaknya berkomitmen membantu pemerintah dalam melakukan percepatan penurunan angka stunting.

“Penangan stunting memang menjadi priositas bagi kami bukan hanya dalam konteks bicara tentang nutrisi, tetapi kita juga melihat penyediaan air bersih, pemberantasan malaria, karena kalau ibu-ibu kalau kena malaria pada saat hamil akan berpengaruh dengan janinnya,” tuturnya.

Clause menyampaikan kegiatan ini 1 dari kegiatan yang banyak Freeport lakukan. Pihaknya juga terus berdiskusi dengan instansi pemerintahan provinsi maupun kabupaten dinas teknis guna membantu mensejahterakan masyarakat.

“Kami sudah berbicara dan berdiskusi sampai bagaimana cara kita mendapat informasi cepat tentang mama-mama yang hamil. Sehingga kita bisa turun untuk melakukan intervensi supaya janinnya sehat, dan mamanya sehat sereta anak yang lahir juga kuat. Dengan begitu kita bisa benar-benar mengawal lahirnya anak-anak generasi emas di tanah Papua,” tutupnya.

PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan 3.000 paket bantuan program percepatan penurunan stunting kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Penyerahan secara simbolis oleh Director, EVP Social Responsibility and Community Development PTFI, Claus Wamafma kepada Penjabat Gubernur Ribka Haluk berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Senin (4/9/2023).

Penyerahan bantuan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya bersama Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. Total bantuan yang diserahkan 6.000 paket, yang sebelumnya 3.000 sudah diberikan dan hari ini 3.000 paket. Bantuan yang diserahkan berupa bahan makanan pokok bernutrisi.

HUMAS

as

as