Tim Penyusun Peta Jalan Riset Inovasi PBD Emas 2045 Terbentuk, Fokus 3 Tema Ini

BAPPERIDA PBD Bentuk Tim Penyusun Peta Jalan

Koreri.com, Sorong – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Papua Barat Daya (PBD) menggelar Fokus Diskusi Group (FDG) dengan mengusung tema Pengembangan Ekosistem Riset dan Penyusunan Peta Jalan Riset Inovasi Menuju Papua Barat Daya Emas di Tahun 2045 di Hotel Rylich Panorama Sorong, Rabu (20/12/2023).

BAPPERIDA memiliki tugas utama yaitu menyusun peta jalan riset dan inovasi serta penguatan dan pengembangan ekosistem riset dan inovasi di 5 kabupaten dan 1 kota di PBD yang melibatkan lembaga riset, swasta, badan usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan lembaga non pemerintah atau NGO/CSO  (LSM).

Tujuan utama pelaksanaan FDG ini, yakni
1. Mendapatkan masukan dan saran kritis dari lembaga Riset, OPD Teknis atau OPD terkait di provinsi/kabupaten/kota, perguruan tinggi, NGO/CSO CSR,tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, LMA, Dewan adat, Tokoh seni, pelaku UMKM,perbankan, penggiat literasi dan media.

2. Hasil FDG sebagai rujukan penyusunan peta Jalan Riset Inovasi dan pengembangan ekosistem riset sebagai bahan atau supplement dalam rangka penyusunan Renstra bidang riset inovasi Bapperida.

FDG  dibagi dalam 3 grup yang membahas Papua Cerdas (Bidang Pendidikan), Papua Sehat (Bidang Kesehatan) dan Papua Produktif (Bidang Literasi)

BAPPERIDA PBD Bentuk Tim Penyusun Peta Jalan3Frengki Saa, Koordinator Bidang Riset dan Inovasi BAPPERIDA PBD membenarkan adanya pembentukan tim yang akan bekerja menyusun peta jalan riset dan inovasi daerah di wilayah itu.

“Akhir daripada kegiatan ini adalah kita sudah membentuk tim. Tim akan bertanggung jawab untuk menyusun peta jalan riset dan inovasi kita sehingga kita dari Provinsi Papua Barat Daya siap membackup dari sisi penganggaran untuk bagian ini,” terangnya kepada awak media seusai kegiatan.

Tim ini, lanjut Frengki, akan fokus pada pendidikan, kesehatan serta Papua produktif. Ketiganya akan dielaborasi menjadi tematik yang besar.

“Jadi di dalamnya kita akan bicara tentang pemberdayaan, pendidikan secara khusus untuk SD, SMP dan SMA sehingga ini akan menjadi roadmap bagi kita. Dan harapan kita adalah dari hasil ini, kita bisa kirim ke berbagai kelompok kepentingan,” lanjut dia.

Frengki menambahkan peta jalan riset inovasi dan pengembangan sistem ekosistem riset ini menjadi keharusan sehingga semua peta jalan itu harus disusun tanpa kecuali.

“Teman-teman media juga terlibat. Apa yang akan kita buat untuk teman-teman media, juga  berbagai kelompok kepentingan akan masuk di situ. Dan ini sangat kompleks,” bebernya.

BAPPERIDA PBD Bentuk Tim Penyusun Peta Jalan2Diakui Frengki, berbagai pikiran produktif juga telah dihasilkan melalui kegiatan ini dan itu akan dikolaborasikan karena banyak hal belum ter-cover di dalamnya sehingga harus dibentuk tim untuk mengakomodir itu.

Dirinya berharap tim ini tidak bekerja terlalu lama, maksimal 3 sampai 4 bulan semuanya sudah selesai.

“Karena kita harus menyusun data, membentuk tim elaborasi konsep sampai dengan menghasilkan berbagai program dan kegiatan yang nanti kita bisa dokumenkan ini. Dan saya melihat sekitar tiga bulan sudah selesai,” harapnya.

Frengky mengaku optimis perumusan peta jalan riset inovasi akan rampung secepatnya.

“Karena adanya keterlibatan dari orang-orang hebat di dalam tim ini dimana  kita didukung oleh mereka,” pungkasnya.

ZAN