Kota Sorong Rawan HIV/AIDS: 215 Kasus Baru Terdata di Akhir 2024

Data AIDS Kota Sorong Hingga Des 2024
Data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Sorong dengan total sebaran HIV/AIDS mencapai 4.016 kasus terhitung sejak 2004 hingga Desember 2024 / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Kota Sorong kini menjadi salah satu wilayah di Provinsi Papua Barat Daya (PBD) yang rawan penyebaran penyakit HIV/AIDS.

Total 215 kasus baru HIV terdata di akhir tahun 2024 lalu.

Sementara itu sesuai data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Sorong sejak 2004 hingga Desember 2024 total HIV/AIDS mencapai 4.016 kasus.

“Untuk kasus baru orang yang positif HIV di Kota Sorong berjumlah 215. Sedangkan data kumulatif kasus HIV/AIDS mencapai 4.016,” ungkap Plt. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sorong Jenny Isir kepada awak media di Gedung Dofior Kota Sorong. Jumat (22/1/2025).

Adapun rincian sebaran HIV pada laki-laki sebanyak 1.210 orang dan perempuan sebanyak 1.715 orang. Sedangkan sebaran AIDS pada laki-laki sebanyak 619 orang dan perempuan sebanyak 469 orang.

“Untuk sebaran tertinggi dengan angka positif berada di Distrik Sorong Manoi dengan jumlah kasus sebanyak 30 orang,” tambahnya.

Selanjutnya untuk kelompok usia, penderita HIV/AIDS di Kota Sorong ditemukan terbanyak pada usia produktif yaitu 20-29 tahun. Kemudian disusul usia 30-39 tahun dan 40-49 tahun.
Sedangkan sisanya ditemukan pada kelompok usia 15-19 tahun dan 50-59 tahun.

Jenny mengakui, penyebaran virus HIV/AIDS di Papua khususnya Kota Sorong pada umumnya disebabkan karena aktivitas Heteroseksual/hubungan antar lawan jenis (perempuan dan laki-laki).

“Jadi penyebarannya itu lewat Heteroseksual ini adalah hubungan lawan jenis, dimulai dari wanita pekerja seks jalanan yang sulit dijangkau serta lelaki dengan lelaki melalui jarum suntik, dan transfusi darah tetapi itu hanya satu kasus dan itu sudah lama,” ungkap Jenny.

Lanjut Jenny, mengingat infeksi menular seksual termasuk HIV banyak terjadi pada kelompok usia produktif, maka sangat tepat apabila intervensi untuk upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS difokuskan pada kelompok pekerja yang termasuk dalam usia produktif.

KPA Kota Sorong tentu membutuhkan dukungan serta peran dan fungsi dari masing-masing sektor untuk memberikan informasi perkembangan HIV/AIDS di Kota Sorong, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam program-program KPA Kota Sorong.

Sekda Kota Sorong Yakob Karet menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota KPA atas upaya dan program yang dilaksanakan dalam memberikan edukasi, layanan Kesehatan, dan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga mengajak semua pihak agar terus memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat terdampak.

“Kami berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat kota Sorong yang lebih sehat, sejahtera dan bebas dari stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS,” pungkasnya.

RED