Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menggelar program WAJAR (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon Jumpa Rakyat) untuk kelima kalinya di Aula Balai Kota, Jumat (2/5/2025).
Program ini menjadi ruang dialog langsung antara warga dan Pemerintah kota dalam menyampaikan aspirasi serta persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Sejumlah warga menyampaikan beragam persoalan penting, antara lain:
1. Warga Negeri Soya mengeluhkan kesulitan dalam pengurusan BPJS untuk pengobatan anaknya.
2. Warga Batu Merah menolak rencana pembongkaran lapak di samping Bank Mandiri karena belum mendapatkan tempat berjualan yang baru di Pasar Mardika.
3. Warga Hative Kecil mengadukan kondisi talut yang tidak memadai, sehingga air pasang sering masuk ke rumah mereka saat laut naik.
4. Pedagang buah di depan MCM meminta kelonggaran agar tetap bisa berjualan dan agar parkir di lokasi tersebut tidak ditutup karena menjadi sumber mata pencaharian mereka.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menekankan perlunya pembenahan sistem administrasi dan percepatan pelayanan publik, terutama dalam pengurusan bantuan sosial seperti BPJS.
Ia meminta setiap OPD memiliki SOP yang jelas untuk memastikan pelayanan tidak berlarut-larut.
Terkait relokasi pedagang, Wali Kota menyatakan bahwa kawasan seperti depan MCM dan sekitar Bank Mandiri bukanlah tempat yang diperuntukkan untuk aktivitas jual-beli.
Ini jalan utama kota, bukan pasar. Tidak bisa dibiarkan ada jualan atau parkir liar. Semua harus masuk ke Pasar Mardika. Kami ingin kota ini tertib.
Sekkot Ambon Robby Sapulette menambahkan bahwa pemerintah provinsi melalui Dinas Perindag sudah menyiapkan tempat untuk pedagang di gedung baru Pasar Mardika, namun banyak yang belum memanfaatkannya. Ia berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut agar relokasi dilakukan secara bertahap dan manusiawi.
Kami akan koordinasikan lagi dengan Disperindag Provinsi dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan semua pedagang benar-benar mendapat tempat.
Kegiatan WAJAR menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Ambon membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki pelayanan, menata kota, dan tetap mendengarkan suara rakyat.
JFL































