Koreri.com, Jayapura – Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun mengimbau mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) agar bersikap bijak dan intelektual dalam menanggapi pernyataan Wali Kota Jayapura Abisai Rollo (ABR), yang belakangan viral dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Imbauan ini disampaikannya saat menjawab pertanyaan dari Ketua BEM Uncen Yansen Hesage, dalam Seminar Regional dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa yang digelar di aula Susteran Martha, Perumnas 1, Waena, Kota Jayapura, Rabu (18/6/2025).
“Kita sebagai mahasiswa tidak bisa menerima mentah-mentah setiap informasi, apalagi dari potongan video yang belum tentu utuh. Harus dianalisis dulu secara menyeluruh,” ujar Betaubun.
Menanggapi video viral yang menampilkan pernyataan Wali Kota ABR, ia menekankan pentingnya klarifikasi dan verifikasi informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya.
Betaubun juga mengingatkan agar mahasiswa Uncen tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang belum tentu mencerminkan keseluruhan konteks.
“Saya kenal baik dengan Pak Abisai Rollo, beliau adalah seorang Ondoafi dan pernah bersama saya 10 tahun di DPRD Kota Jayapura. Beliau dikenal sebagai sosok yang bijak dan mengayomi banyak orang. Jangan sampai kita menilai seseorang hanya dari cuplikan video berdurasi satu menit,” imbuhnya.
Menurut Betaubun, mahasiswa sebagai agen perubahan juga memiliki tanggung jawab moral sebagai kaum intelektual. Oleh karena itu, ia mendorong agar BEM Uncen maupun mahasiswa lain bisa menjalin dialog langsung dengan Wali Kota Jayapura untuk mendapatkan penjelasan secara utuh.
“Kalau merasa informasi itu merugikan atau membingungkan, lebih baik audiensi langsung. Dengar langsung dari beliau. Jangan sampai kita mengambil tindakan yang justru merugikan masa depan kita sendiri,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Betaubun mengajak mahasiswa untuk terus fokus menyelesaikan pendidikan dengan baik, karena masa depan Papua ada di tangan generasi muda yang kritis, cerdas tetapi tetap santun dalam menyampaikan aspirasi.
Di ketahui, publik Papua dalam beberapa hari terakhir dibuat gerah atas pernyataan, Wali Kota Jayapura ABR yang dinilai menyudutkan orang asli Papua lebih khusus mahasiswa asal pegunungan Papua yang identik dengan demonstrasi dan palak-memalak.
Hingga berita ini di turunkan belum ada klarifikasi resmi dari Wali Kota ABR maupun Pemerintah Kota Jayapura. Padahal akibat dari video berdurasi 1 menit itu telah memicu kritik dan kecaman dari berbagai pihak.
SAV
























