Koreri.com, Ambon – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, menggelar kegiatan silaturahmi dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama siswa-siswi SMA dan SMP As Salam Ambon, Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus memotivasi generasi muda agar mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.
Empat Pilar MPR RI yang disosialisasikan meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengusung tema “Syubbanul Yaum Rijalul Ghad” (شُبَّانُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِ) yang berarti “Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan”, kegiatan tersebut mengajak para pelajar untuk menyadari peran strategis mereka dalam menentukan arah pembangunan bangsa di masa mendatang.
Dalam pemaparannya, Saadiah menegaskan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda saat ini.
Karena itu, para pelajar harus memanfaatkan masa muda untuk memperkuat kapasitas diri melalui pendidikan, membangun integritas, memperkokoh karakter, serta meningkatkan kepedulian sosial.
“Pemuda hari ini adalah penentu masa depan bangsa. Apa yang dipersiapkan sekarang akan menentukan kualitas kepemimpinan Indonesia pada masa yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Saadiah, tema yang diangkat oleh SMA dan SMP As Salam Ambon mengandung pesan mendalam bahwa proses menjadi pemimpin tidak terjadi secara instan.
Kepemimpinan lahir dari pembelajaran, pengalaman, disiplin, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat dalam membimbing generasi muda.
Investasi terbaik bagi sebuah bangsa, kata Saadiah, adalah menghadirkan pendidikan yang mampu membentuk sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Pesan serupa kerap disampaikannya dalam berbagai kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Maluku.
Ia menilai kondisi suatu bangsa di masa depan dapat tercermin dari apa yang dilakukan para pemudanya hari ini.
Karena itu, generasi muda harus dibekali kemampuan berpikir kritis, semangat persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan yang kokoh agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dalam dialog bersama para siswa, Saadiah mengaku optimistis terhadap masa depan Maluku.
Antusiasme, semangat belajar, dan keberanian para pelajar dalam menyampaikan gagasan menjadi modal penting bagi lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang berintegritas.
Setiap kali bertemu generasi muda, selalu ada doa dan optimisme. Semoga kelak mereka menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi Maluku maupun Indonesia,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan hangat dari para siswa maupun tenaga pendidik.
Selain memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan, kegiatan ini juga menjadi ruang inspirasi bagi para pelajar untuk menyiapkan diri sebagai generasi penerus yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
JFL
























