Koreri.com, Timika – Aksi pencurian yang terjadi berulang kali di sebuah rumah di Jalan Sahabat Nomor 02, Busiri Ujung, Distrik Mimika Baru membuat sang pemilik Amel, mendesak Polres Mimika segera mengungkap dan menangkap pelaku.
Meski laporan polisi telah dibuat sejak Mei lalu, aksi pembobolan oleh para maling ini kembali terjadi hingga diperkirakan sudah lima sampai enam kali.
Amel menuturkan, pencurian pertama terjadi pada Minggu (24/5/2026). Saat itu ia mendapat kabar dari tetangganya bahwa sejumlah orang tak dikenal (OTK) masuk ke rumahnya.
Ketika tiba di lokasi, ia mendapati kondisi rumah telah porak-poranda dengan sejumlah barang berharga raib. Barang-barang yang dilaporkan hilang diantaranya satu unit genset, satu unit kompresor, kompor gas beserta tabung gas, kompor Hock, blender, dan berbagai barang lainnya.
Keesokan harinya, Senin (25/5/2026), Amel melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mimika.
Laporan itu diterima sebagai dugaan tindak pidana pencurian berdasarkan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Namun, laporan tersebut belum menghentikan aksi pelaku. Setelah rumah dibersihkan dari kerusakan akibat pencurian pertama, pelaku serasa pemilik kembali masuk dan mengacak-acak isi rumah.
Karena rumah dalam keadaan kosong, barang-barang yang masih tersisa satu per satu kembali diambil.
Menurut Amel, sepeda motor yang berada di rumah telah hilang, disusul satu unit AC yang dicuri. Bahkan, pada aksi pencurian berikutnya, pagar besi rumah dibongkar dan diambil hingga habis.
Ia khawatir pelaku akan terus datang mengambil seluruh bagian rumah yang masih memiliki nilai jual.
“Rumah saya sudah dibobol sekitar lima sampai enam kali. Kemarin saat saya kembali ke rumah, pagar juga sudah diambil sampai habis. Saya berharap polisi bisa segera menemukan dan menangkap pelakunya karena kejadian ini terus berulang,” ujar Amel, jumat (7/8/2026).
Selain mengalami kerugian materi yang cukup besar, Amel juga mengaku kecewa dengan minimnya kepedulian warga sekitar.
Menurutnya, rumah tersebut berada di lingkungan yang cukup ramai dan berada di sudut jalan yang setiap hari dilalui kendaraan maupun warga.
Namun, aksi pencurian yang berulang kali terjadi seolah tidak diketahui ataupun tidak mendapat perhatian.
“Yang paling saya sedihkan, rasa empati dari warga seperti tidak ada. Padahal rumah ini berada di lingkungan yang ramai, di sudut jalan yang setiap hari dilalui kendaraan. Anehnya, pencurian bisa terjadi berulang kali sampai pagar besi habis diambil,” ungkapnya.
Amel berharap penyelidikan yang dilakukan kepolisian segera membuahkan hasil agar pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Ia juga meminta Polres Mimika meningkatkan patroli di kawasan Busiri Ujung, khususnya di Jalan Sahabat, untuk mencegah aksi pencurian kembali terulang.
Menurutnya, pelaku diduga merupakan orang yang mengetahui kondisi lingkungan sekitar sehingga leluasa keluar masuk rumah tanpa menimbulkan kecurigaan.
“Saya mohon patroli lebih ditingkatkan di sekitar Busiri Ujung, khususnya Jalan Sahabat. Saya yakin pelakunya bukan orang dari jauh, tetapi kemungkinan besar orang yang mengenal situasi di sekitarsini.Semoga pelaku segera ditangkap agar kejadian seperti ini tidak terus terulang,” harapnya.
Amel berharap langkah cepat kepolisian tidak hanya mampu mengungkap pelaku, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat di kawasan Busiri Ujung yang mulai resah dengan maraknya aksi pencurian.
NUEL
























