Koreri.com, Sorong – Ketua DPR Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Ortis Fernando Sagrim menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi terkait insiden penembakan tiga warga sipil di Kampung Ainot, sekitar pinggiran Sungai Kamundan, Kabupaten Maybrat, Kamis (13/8/2026).
Ia mengecam keras setiap tindakan yang mengganggu serta membahayakan masyarakat sipil.
Sagrim mengaku sempat berencana langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun, kondisi di lapangan dan respons masyarakat membuat dirinya memilih turun ke Sorong untuk berkoordinasi dengan Pemerintah daerah.
“Saya juga merasakan situasi yang sedang terjadi ini. Tentu situasi tersebut membuat kita semua prihatin. Tadi saya sebenarnya mau langsung ke tempat kejadian, tetapi situasi dan respons masyarakat di sana membuat saya turun ke sini,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media di RSUD Sele be Solu, Kota Sorong, Jumat (14/8/2026).
Menurut Sagrim, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi maupun kondisi sebenarnya di lokasi. Karena itu, ia meminta semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan atau menerjemahkan kejadian berdasarkan sudut pandang masing-masing.
“Hari ini kita semua belum tahu situasinya secara pasti, sehingga kita tidak bisa memberikan kesimpulan. Setiap orang bisa menerjemahkan situasi dengan cara pandang dan cara pikir masing-masing,” sambungnya.
Sagrim mengapresiasi langkah cepat Pemprov PBD yang langsung turun menangani situasi tersebut. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan pelayanan dan penanganan terbaik bagi masyarakat yang menjadi korban.
“Kita harus memastikan pelayanan yang terbaik, terutama untuk pasien dan korban. Penanganan mereka harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain penanganan korban, Ketua DPRP PBD menilai Pemerintah juga perlu memastikan kondisi psikologis masyarakat pascakejadian. Ia mendorong adanya kunjungan langsung kepada masyarakat setelah rangkaian peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan RI untuk memberikan rasa aman dan menghilangkan trauma.
“Setelah kegiatan 17-an, mungkin kami harus datang kepada masyarakat di sana untuk memberikan rasa nyaman, supaya mereka tidak terus berada dalam situasi trauma. Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sagrim menegaskan bahwa DPRP PBD bersama Pemda akan terus berkoordinasi guna memastikan situasi tetap kondusif dan masyarakat mendapatkan perlindungan.
Menanggapi pertanyaan mengenai sikapnya sebagai putra asli Maybrat terhadap tindakan yang terjadi, Sagrim menyatakan kecaman keras terhadap siapa pun yang melakukan tindakan yang mengganggu masyarakat sipil.
“Siapapun orang yang mengganggu masyarakat sipil, kita kecam dengan keras. Apalagi kalau tindakannya sampai membahayakan dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
KENN
























