Koreri.com, Ambon – Wali Kota Bodewin M. Wattimena, menegaskan komitmen Pemerintah mendukung penuh perkembangan dunia usaha dan investasi, khususnya sektor kuliner yang dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Grand Opening Kawalinya Cafe and Resto, Selasa (18/8/2026), sehari setelah peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan menjelang HUT ke-81 Provinsi Maluku.
Menurut Wattimena, bertambahnya usaha baru menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Ambon terus bergerak.
“Ini tanda bahwa usaha ekonomi di Kota Ambon terus hidup dan berkembang. Tiga hari lalu saya mendampingi Bapak Gubernur untuk melakukan Grand Opening restoran di Gedung Islamic Center. Sebelumnya juga kita melakukan opening beberapa usaha baru, dan sebagian besar bergerak di bidang kuliner,” ujarnya.
Wattimena menjelaskan, sektor perdagangan dan jasa memiliki posisi strategis dalam struktur perekonomian Kota Ambon.
Hal tersebut tidak terlepas dari karakteristik Ambon yang tidak memiliki sumber daya alam sebesar sejumlah kabupaten lain di Maluku.
Karena itu, pertumbuhan sektor kuliner, perdagangan, dan jasa lainnya perlu terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
“Karena itu usaha-usaha seperti ini, khususnya di bidang kuliner dan lainnya, menjadi bagian yang menopang ekonomi Kota Ambon,” katanya.
Wattimena turut mengapresiasi pemilik dan keluarga Kawalinya Cafe and Resto yang mengusung nama serta konsep yang berkaitan dengan potensi lokal Maluku.
Nama Kawalinya, yang merujuk pada salah satu jenis ikan yang banyak ditemukan di perairan Maluku dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan laut dan identitas lokal kepada masyarakat.
Menurutnya, kekayaan alam, budaya, dan adat Maluku perlu terus dihidupkan melalui berbagai sektor, termasuk dunia usaha dan ekonomi kreatif.
“Semua hal yang terkait dengan kekayaan alam, budaya dan adat Maluku serta Kota Ambon mesti dihidupkan kembali, supaya anak-anak dan cucu kita tidak lupa dengan apa yang sudah pernah ada dan menjadi ciri khas kita,” ungkapnya.
Wattimena berharap Kawalinya Cafe and Resto dapat menjadi salah satu alternatif tempat kuliner bagi masyarakat sekaligus wisatawan yang datang ke Kota Ambon dan Maluku.
Lebih lanjut, ia menegaskan, Pemkot Ambon terus berupaya menciptakan iklim investasi yang terbuka, aman, dan ramah bagi pelaku usaha.
Pemerintah, kata Wattimena, memberikan ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin menanamkan modal dan mengembangkan usahanya di Kota Ambon.
“Kami memberikan karpet merah kepada para investor yang mau menanamkan modalnya di Kota Ambon. Kami tahu itulah potensi kami,” tegasnya.
Wattimena juga memastikan proses perizinan dan kebutuhan administrasi bagi pelaku usaha di lingkungan Pemkot Ambon akan dilakukan secara cepat serta tanpa pungutan yang tidak semestinya.
“Jadi tidak usah ragu untuk masuk ke Kota Ambon. Kami juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen untuk membuat Ambon terus maju dan berkembang,” ujarnya.
Di tengah pertumbuhan usaha kuliner, Wattimena tetap mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, wajah Kota Ambon menjadi salah satu faktor yang turut menentukan minat masyarakat maupun wisatawan untuk berkunjung dan menikmati berbagai destinasi serta pusat kuliner.
“Kalau Ambon kotor, siapa yang mau datang ke Ambon? Walaupun restoran tersedia di mana-mana, tetapi di depan jalan sampah bertebaran, siapa yang mau masuk ke restoran dan makan?” imbuhnya.
Karena itu, Wattimena mengajak masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kebersihan Kota Ambon.
Baginya, pertumbuhan investasi, perkembangan sektor kuliner, pelestarian potensi lokal, serta kebersihan kota harus berjalan beriringan agar Ambon semakin maju, berkembang, nyaman, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
JFL
























