Koreri.com, Sorong – Prima Medika Center (PMC) Sorong memperluas layanan kesehatan bertaraf internasional dengan membuka akses pemeriksaan medical check-up (MCU) bagi pelaut internasional, termasuk pekerja marine dan offshore.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PMC Sorong, Petronas AME Malaysia dan Triple 8 Arief Enterprise di Jalan Ahmad Yani, Kota Sorong, Rabu (19/8/2026).
Direktur Prima Medika Center, Lestari Widya Asturi, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen PMC untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan pemeriksaan kesehatan pelaut dan pekerja sektor kelautan serta lepas pantai di wilayah Indonesia Timur.
“Kami melakukan kerja sama dalam pengembangan medical check-up marine untuk pelaut internasional dengan Petronas AME Malaysia,” kata Lestari saat memberikan keterangan persnya kepada wartawan di Sorong, Rabu pagi.
Lestari menjelaskan, PMC juga berkolaborasi dengan dr. Hj. Yulistina Binti Muhammad Yusof melalui Poliklinik Yuslina di Malaysia. Kolaborasi tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan bagi pelaut, pekerja marine dan offshore, khususnya yang berada di wilayah Indonesia Timur dan Papua Barat Daya.
Dengan kerja sama tersebut, para pelaut maupun pekerja yang membutuhkan pemeriksaan sesuai standar Petronas tidak lagi harus terbang ke Malaysia.
“Dengan kerja sama ini, mereka tidak perlu lagi melakukan medical check-up ke Malaysia. Mereka bisa memanfaatkan layanan dan fasilitas pemeriksaan kesehatan di Prima Medika Center,” ujarnya.
Lestari menyebut PMC menjadi klinik pertama di kawasan Indonesia Timur, khususnya Papua Barat Daya, yang mendapat kepercayaan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sesuai standar Petronas.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi PMC untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Ini menjadi suatu kebanggaan karena ada kepercayaan dari pihak internasional kepada klinik lokal di Sorong. Walaupun kami klinik lokal, kualitas pelayanan yang kami berikan harus memiliki standar internasional,” tegasnya.
PMC sendiri telah memiliki pengalaman selama 26 tahun dalam memberikan pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan untuk kebutuhan pelayaran nasional.
“Per hari ini, 19 Agustus, kami menandatangani MoU untuk dapat melaksanakan pemeriksaan kesehatan pelaut internasional, termasuk bagi pekerja dengan bendera asing,” katanya.
Lestari memastikan dokter dan tenaga kesehatan PMC memiliki pengalaman serta kompetensi untuk menjalankan pemeriksaan sesuai standar yang ditetapkan.
Ia menegaskan kerja sama tersebut diharapkan berlangsung dalam jangka panjang sehingga PMC akan terus mengikuti perkembangan regulasi dan standar internasional.
“Kerja sama ini insyaallah berlangsung jangka panjang. Karena itu, kami harus terus mengikuti aturan dan standar internasional serta meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Hj. Yulistina Binti Muhammad Yusof menjelaskan dirinya merupakan dokter asal Malaysia yang ditunjuk sebagai pemeriksa medis resmi untuk operasi lepas pantai Petronas.
Penunjukan tersebut memberikan kewenangan kepadanya untuk mengesahkan hasil pemeriksaan kesehatan atau MCU yang dilakukan PMC maupun dokter di luar Malaysia.
“Kedatangan kami ke sini untuk melakukan audit fisik di PMC dan memberikan presentasi mengenai standar Petronas kepada para dokter,” kata Yulistina.
Ia menilai tenaga medis PMC memiliki kemampuan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang ditetapkan Petronas. Pengalaman panjang PMC dalam pelayanan kesehatan dan prosedur rujukan juga menjadi salah satu pertimbangan.
“PMC adalah klinik pertama yang kami izinkan untuk melakukan pemeriksaan dengan standar Petronas. Insyaallah, akan lebih banyak orang yang dapat dilayani,” ujarnya.
Yulistina mengatakan, sebelum kerja sama ini terjalin, pelaut atau pekerja yang membutuhkan pemeriksaan dengan standar Petronas harus melakukan MCU di Malaysia atau melalui jaringan layanan yang tersedia di Jakarta dan Batam.
Kini, pilihan tersebut semakin mudah bagi pelaut dan pekerja yang berada di kawasan Papua.
“Sekarang tidak perlu jauh-jauh. Jika mereka sedang cuti di Papua, mereka bisa melakukan pemeriksaan di sini,” tuturnya.
Menurut Yulistina, rekam jejak PMC selama 26 tahun turut memperkuat keyakinan pihaknya dalam memberikan kepercayaan tersebut.
“Saya pribadi yakin tenaga medis di PMC, baik dokter maupun perawat, mampu melakukan proses pemeriksaan dan pengesahan Petronas ini dengan sangat baik,” tandasnya.
Dalam mekanisme pelayanan, hasil pemeriksaan kesehatan kandidat akan dikirimkan kepada Yulistina untuk dilakukan proses pengesahan. Hasil tersebut selanjutnya menjadi salah satu persyaratan bagi kandidat sebelum memperoleh persetujuan untuk bekerja.
Kerja sama ini sekaligus membuka peluang bagi Sorong dan Papua Barat Daya untuk menjadi salah satu pusat layanan pemeriksaan kesehatan pelaut internasional di kawasan Indonesia Timur.
Bagi PMC, kehadiran layanan tersebut bukan hanya memperluas cakupan pelayanan, tetapi juga menjadi momentum untuk membuktikan bahwa fasilitas kesehatan lokal mampu memenuhi tuntutan standar pelayanan internasional.
Dengan demikian, masyarakat dan pekerja di Papua Barat Daya tidak hanya memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang semakin berkualitas dan sesuai kebutuhan industri pelayaran serta sektor marine dan offshore internasional.
Sementara Offshore & Marine Advisor Senior Halal Exevutive, H. Mohammad Arif Leow mengatakan, pihaknya memberikan kemudahan bagi pelaut indonesia, khusus Papua Barat Daya untuk pemeriksaan medical check-up (MCU).
KENN
























