PGRI Kota Gelar Konferensi Kerja I, Kukuhkan Lisa Wattimena Jadi Bunda Guru Ambon

Walkot BW kukuhkan Lisa W Jadi Bunda Guru Ambon
Momen pelantikan dan pengukuhan Lisa Wattimena sebagai Bunda Guru Kota Ambon, di Kamari Hotel, Kamis (20/8/2026) / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ambon menggelar Konferensi Kerja I Masa Bhakti XXIII Tahun 2025–2030, yang dirangkaikan dengan pelantikan dan pengukuhan Bunda Guru setempat, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kamari Ambon ini menjadi momentum penting bagi PGRI Kota Ambon untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Konferensi mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”, sebagai bentuk komitmen organisasi profesi guru untuk terus beradaptasi, berkolaborasi dan berinovasi menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bodewin Wattimena, Bunda Guru Lisa Wattimena, jajaran pengurus PGRI Kota Ambon serta sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemerintah setempat.

Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara organisasi profesi guru, pemerintah, sekolah, orang tua dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Dalam sambutannya usai dilantik dan dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kota Ambon, Lisa menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar gelar kehormatan, tetapi merupakan tanggung jawab untuk hadir, peduli dan memberikan dukungan bagi kemajuan pendidikan.

“Menjadi Bunda Guru adalah sebuah penghormatan sekaligus tanggung jawab bagi saya. Ini bukan sekadar gelar, tetapi panggilan untuk hadir, peduli, mendukung serta memberikan keteladanan bagi dunia pendidikan di Kota Ambon,” ujarnya.

Menurut Lisa, pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Pemerintah, guru, orang tua dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang berkualitas.

Ia juga menekankan bahwa selain ilmu pengetahuan, anak-anak membutuhkan kasih sayang, perhatian, perlindungan dan keteladanan dari lingkungan sekitarnya.

Karena itu, ia mengajak PGRI, pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat untuk bergandengan tangan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah anak.

Lisa turut menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur yang menjadi kekuatan masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon, seperti persaudaraan, gotong royong, toleransi, saling menghargai dan semangat kebersamaan.

“Dengan kebersamaan, komunikasi dan kerja sama yang baik, saya yakin berbagai tantangan pendidikan dapat kita hadapi bersama,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru yang selama ini telah memberikan pembelajaran terbaik sekaligus pendidikan karakter bagi anak-anak.

“Jangan ukur pengabdian dari seberapa besar yang kita terima, tetapi ukurlah dari seberapa banyak kebaikan yang mampu kita berikan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Lisa menyampaikan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Mari bersama Bunda Guru kita wujudkan generasi yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

JFL