Koreri. com, Manokwari– Menteri Transmigrasi RI, M.Iftitah Sulaiman Suryanegara menyambangi kawasan transmigrasi Prafi serta menyemangati Tim Eksepedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga.
Dalam lawatan tersebut Mentrans mengingatkan 20 Tim TEP 2026 yang bertugas di Prafi agar membantu masyarakat dalam mengidentifikasi komoditas unggulan yang paling potensial untuk dikembangkan sekaligus menemukan pasar yang tepat.
“Ekspedisi itu, kata kuncinya discovery. Untuk menemukan sesuatu yang sebetulnya sudah ada. Sudah ada, Tuhan sudah menciptakan. Kita melakukan ekspedisi ini untuk menemukan sesuatu yang selama ini sudah ada tapi belum dilihat,”ungkapnya saat audiens dengan masyarakat dan Tim TEP di Kantor Kepala Kampung Prafi Mulya, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Sabtu (12/9).
Dikatakan, keberhasilan pendampingan tidak cukup diukur dari banyaknya produk yang berhasil dibuat. Produk tersebut harus memiliki pembeli dan pada akhirnya mampu memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
“Dalam paradigma baru transmigrasi Keberhasilan transmigrasi tidak lagi sekadar diukur dari perpindahan penduduk maupun pembangunan infrastruktur, tetapi dari kemampuan kawasan menciptakan kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”katanya.
Lanjut Iftitah, TEP diharapkan mampu mendorong transmigran dan masyarakat lokal sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi kawasan.
“Perguruan tinggi melalui TEP berperan membawa pengetahuan, teknologi, inovasi, dan jejaring yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi yang sebenarnya telah tersedia di tengah masyarakat.”lanjutnya.
Menurutnya, kehadiran TEP wajib mengintegrasi program yang melibatkan masyarakat lokal, sehingga tingkat kesejahteraan meningkat bersama dengan para transmigran.
Secara terpisah, Ketua Tim 11 TEP Unair 2026, Dr. Corie Indria Prasasti,SKM,M.Kes menyebutkan dalam pelaksanaan program kerja pihaknya tidak melibatkan para transmigran dan masyarakat lokal.
“Dari penyampaian pak menteri, tim 11 melaksanakan program kerja di 4 kampung, masing-masing Kampung Bowi Subur, Sumber Boga, Membowi dan Aurmios,”sebutnya.
Dimana, lanjut Corie, untuk Kampung Membowi dan Aurmios, presentase penduduk lokalnya lebih banyak, sehingga pihaknya optimis pemberdayaan masyarakat lokal dapat berjalan dengan baik.
“Dengan program Revitalisasi Sanitasi PHBS : Menuju Desa Sehat di Kawasan Transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat dapat terlaksana dan terwujud,”lanjutnya.
Dukungan luar biasa diberikan langsung oleh Pemerintah Distrik Masni maupun Distrik Wasirawi, yang mana kepala distrik turun langsung untuk melihat pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan tim 11 TEP Unair.
“Untuk Kampung Membowi dan Aurmios kami harapkan kepala kampung dan warga mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan terutama warga lokal, ini penting untuk kedepan dikembangkan,”sebut Kadistrik Wasirawi, Simon Meidodga.
Pihaknya berharap dengan Kampung Aurmios dan Membowi, sebagai pilot project budidaya tanaman hidroponik dalam dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung kesejahteran warga setempat.
MAN

























