Tim DVI Berhasil Identifikasi 11 Korban Kebakaran Maut Paniai, Akan Dimakamkan di Nabire

IMG 20260909 WA0019

Koreri.com, Paniai– Misteri identitas 11 korban tewas dalam kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, akhirnya terungkap, Selasa (8/9/2026).

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua Tengah berhasil mengidentifikasi seluruh korban yang sebagian besar mengalami luka bakar parah dalam kebakaran yang terjadi pada Senin (7/9/2026) dini hari.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, mengatakan proses identifikasi terhadap 11 jenazah telah dilakukan melalui pemeriksaan post mortem. Proses tersebut berjalan lancar hingga seluruh korban dapat dikenali dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Tim DVI telah melakukan pemeriksaan post mortem terhadap 11 jenazah korban kebakaran. Kegiatan berjalan lancar sehingga berhasil mengidentifikasi identitas masing-masing korban yang mengalami luka bakar diatas 80 persen,” kata Henry.

Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan sejumlah karakteristik korban, mulai dari ciri fisik, usia, tinggi badan, hingga pemeriksaan gigi dan barang atau properti yang ditemukan pada korban.

Sebanyak 11 korban yang berhasil diidentifikasi yakni Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28), istri Hasyim, Herlina (30), istri Wandi, Aska (9), Abie (6), Adit (5) — ketiganya anak Wandi dan Ardi (9), Icha (6), Ai Yusuf (2) — ketiganya anak Hasyim.

Henry mengatakan, setelah proses identifikasi selesai, seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

“Berdasarkan keputusan pihak keluarga, para korban rencananya hari ini akan dimakamkan di pemakaman Muslim di Kimi,” ujarnya.

Sebelum dimakamkan, seluruh korban disebut telah berada di Kabupaten Nabire dan sempat disemayamkan di salah satu masjid di Samabusa.

Kebakaran maut tersebut terjadi di kawasan Pasar Kampung Bapouda sekitar pukul 00.25 WIT. Kobaran api dengan cepat meluas karena bangunan rumah dan kios di lokasi tersebut berdempetan.

Sedikitnya 48 rumah dan kios dilaporkan terbakar. Peristiwa itu menewaskan 11 orang, termasuk enam anak-anak.

Proses identifikasi oleh Tim DVI menjadi bagian penting dalam penanganan pascakebakaran, terutama untuk memastikan setiap korban dapat dipulangkan kepada keluarga dan dimakamkan secara layak.

TIM