Fokus  

Lisa Wattimena Turun ke Tiga Negeri, Soroti Stunting dan Penguatan Posyandu

Lisa Wattimena Kunjungi 3 Negeri2

Koreri.com, Ambon – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam menekan angka stunting terus diperkuat melalui pelayanan Posyandu yang aktif dan menyentuh langsung masyarakat.

Kali ini, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon Lisa Wattimena, turun langsung mengunjungi sejumlah Posyandu di Negeri Hative Besar, Negeri Tawiri, dan Negeri Laha, Senin (5/10/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi tumbuh kembang anak sekaligus memberikan perhatian kepada balita yang membutuhkan.

Lisa menyasar Posyandu Anggrek 7 di Negeri Hative Besar, Dusun Batulubang, kemudian Posyandu Edelweis di Negeri Tawiri, Dusun Riang, serta Kantor Negeri Laha yang menjadi lokasi pembagian bantuan bagi 51 anak stunting

Dalam kunjungan itu, Lisa turut memberikan bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting maupun gizi kurang. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus memperkuat pendampingan terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Lisa Wattimena Kunjungi 3 NegeriIa menegaskan, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Peran orang tua, kader Posyandu, pemerintah negeri, tenaga kesehatan hingga lingkungan sekitar sangat menentukan keberhasilan penanganan stunting.

“Ini harus jadi perhatian serius bagi kita semua orang tua. Asupan makan dan tumbuh kembang anak harus kita jaga. Kita berjuang bersama keluar dari stunting agar anak-anak kita bisa menjadi Anak Emas di tahun 2045,” tegas Lisa.

Ia juga mengingatkan orang tua agar rutin membawa anak ke Posyandu. Menurutnya, pemantauan sejak dini penting untuk mengetahui perkembangan berat badan, tinggi badan, status gizi dan kondisi kesehatan anak.

“Jangan tunggu sakit baru ke Puskesmas. Rutin ke Posyandu. Kolaborasi kita butuh, dari tingkat dusun, negeri, kota, dokter, kader sampai lingkungan sekitar harus bergerak bersama,” ajaknya.

Selain orang tua, Lisa juga memberikan perhatian terhadap peran kader Posyandu. Ia meminta kader lebih aktif melakukan pendekatan kepada keluarga yang belum rutin membawa anaknya ke Posyandu.

Menurutnya, pola jemput bola, termasuk mendatangi rumah warga, penting dilakukan agar tidak ada anak yang luput dari pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang.

Lisa Wattimena Kunjungi 3 Negeri3Khususnya bagi anak yang mengalami masalah gizi, pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.

“Generasi emas 2045 tidak lahir begitu saja. Kita harus mempersiapkannya sejak sekarang, dimulai dari anak-anak kita,” pesan Lisa.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat fungsi Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.

Lisa berharap pemerintah negeri bersama kader dan masyarakat dapat meningkatkan perhatian terhadap keberadaan Posyandu, termasuk memastikan pelayanan berjalan optimal dan anak-anak yang membutuhkan penanganan tidak terlewatkan.

Dengan kolaborasi yang kuat antara keluarga, kader, pemerintah negeri, tenaga kesehatan dan Pemerintah Kota Ambon, upaya percepatan penurunan stunting di Kota Ambon diharapkan semakin efektif demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

JFL