Lisa Wattimena Tegaskan Kesehatan Perempuan Tanggung Jawab Bersama Keluarga

IMG 20261030 074915

Koreri.com, Ambon – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Ny. Lisa M. Wattimena, menegaskan bahwa menjaga kesehatan perempuan bukan hanya urusan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama keluarga dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Talk Show Program “Sempe IVA (Sadar Mau Periksa)” yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Ambon di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (29/10/2026).

Lisa mengatakan, perempuan memiliki peran besar dalam keluarga, mulai dari menjadi ibu, istri, anak, pengasuh hingga pendidik pertama bagi anak-anak.

Namun, di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, perempuan sering kali mengabaikan kesehatan dirinya sendiri.

“Ketika anak sakit, ibu segera mencari pertolongan. Ketika keluarga kesulitan, perempuan yang pertama bertahan. Tetapi ketika dirinya sendiri membutuhkan pemeriksaan, tidak sedikit yang menunda karena takut, malu, atau merasa baik-baik saja,” ujarnya.

Ia menekankan, menjaga kesehatan diri bukanlah bentuk keegoisan, melainkan bagian dari tanggung jawab terhadap keluarga. Karena itu, perempuan perlu memberikan perhatian yang sama terhadap kesehatannya sebagaimana mereka memperhatikan anggota keluarga lainnya.

Terkait kanker serviks, Lisa mengingatkan perempuan agar tidak menunggu munculnya keluhan untuk melakukan pemeriksaan.

Deteksi dini melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan pemeriksaan HPV sesuai rekomendasi tenaga kesehatan merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan.

“Jangan menganggap pemeriksaan sebagai sesuatu yang memalukan. Lebih baik meluangkan waktu untuk pemeriksaan daripada kehilangan kesempatan mencegah penyakit sejak dini,” tegasnya.

Melalui gerakan Sempe IVA, Lisa berharap semakin banyak perempuan usia subur memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi dan berani berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Ia juga mengajak jajaran TP-PKK, Dasawisma, serta kader Posyandu untuk menjadi ujung tombak edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

Menurutnya, dengan Posyandu yang kini mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), kader perlu memperkuat pengetahuan dan kemampuan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks.

“PKK memiliki kekuatan karena berada dekat dengan keluarga. Kita hadir di tengah masyarakat dan memiliki jaringan kader yang dapat menjadi penghubung antara keluarga dan pelayanan kesehatan,” kata Lisa, yang juga menjabat sebagai Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon.

Lisa turut menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga kesehatan perempuan.

Suami diharapkan mendukung istri untuk melakukan pemeriksaan, sementara orang tua perlu menanamkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi kepada anak sesuai usia.

Ia berharap keluarga dapat membangun komunikasi yang terbuka agar persoalan kesehatan reproduksi tidak lagi dianggap tabu.

Di akhir arahannya, Lisa mengingatkan para kader agar tidak meremehkan peran mereka dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Mungkin kita tidak dapat mengobati penyakit, karena itu kewenangan tenaga kesehatan. Namun kita dapat membantu membuka mata masyarakat tentang pentingnya pencegahan. Dari langkah sederhana itulah sebuah gerakan besar dapat dimulai,” tuturnya.

Lisa menutup arahannya dengan mengajak seluruh pihak bergerak bersama membangun kepedulian berkelanjutan terhadap kesehatan perempuan, sehingga semakin banyak perempuan di Kota Ambon yang sadar akan pentingnya pemeriksaan dan deteksi dini.

JFL