Polda PBD Bekali Pelajar SMAN 5 Sorong : Cegah Judol hingga Narkotika

IMG 20261029 WA00672
Kaurren Bidhumas Polda PBD, IPDA Irvandy menyampaikan sosialisasi tentang judol hingga bahaya Narkotika di Aula SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong, Kamis (29/10/2026) / Foto: Bidhumas Polda PBD

Koreri.com, Aimas – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya (PBD) menyasar kalangan pelajar untuk meningkatkan kesadaran hukum dan melindungi generasi muda dari ancaman judi online (judol), pinjaman online (pinjol) berisiko, hingga penyalahgunaan narkotika.

Edukasi ini dilakukan Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) bersama Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda PBD melalui program sosialisasi di SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan sosialiasi yang dimulai pukul 10.00 WIT itu dipimpin Kepala Urusan Perencanaan (Kaurren) Bidhumas Polda PBD IPDA Irvandy, bersama sejumlah personel Bidhumas dan Ditbinmas.

“Para pelajar diberikan pemahaman mengenai dampak buruk judi online yang dapat memicu kerugian finansial dan masalah sosial, risiko pinjaman online yang tidak bertanggung jawab, serta bahaya narkotika bagi kesehatan dan masa depan generasi muda,” jelas IPDA Irvandy dalam keterangan persnya.

Selain itu, lanjut Irvandi, para siswa diajak untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi digital, tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan instan, serta menghindari aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya bersikap kritis dan selektif dalam menerima informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang dapat memengaruhi perilaku dan pola pikir anak muda.

Pelajar turut didorong agar pelajar berani menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui dugaan penyalahgunaan narkotika atau aktivitas lain yang melanggar hukum.

Melalui kegiatan ini, Polda PBD berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan kesadaran hukum sejak dini.

Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan para pelajar dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus melindungi generasi muda dari pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan mereka.

RED