Koreri.com, Ternate– Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara terus mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana alam pada Januari 2026.
Upaya tersebut terlihat saat Plt. Kepala BPJN Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo, bersama Kasatker PJN Wilayah I Maluku Utara, Herman Subair, dan PPK 1.1, Sari Wahyuni, melakukan monitoring terhadap penanganan Jembatan Ake Aru dan Jembatan Ake Saketa CS, Minggu (1/11/2026).
Dari hasil monitoring, penanganan kedua jembatan pada ruas jalan provinsi tersebut telah menunjukkan progres signifikan dan bahkan selesai lebih cepat dari target yang direncanakan.
Untuk Jembatan Ake Aru, penanganan sementara telah dilakukan menggunakan konstruksi bronjong guna menjaga fungsi jembatan dan aksesibilitas jalan. Penanganan permanen akan dilaksanakan setelah desain teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi selesai disiapkan.
Sementara itu, Jembatan Ake Saketa CS telah selesai dibangun secara permanen dengan progres 100 persen. Penyelesaian ini lebih cepat dari target rencana Provisional Hand Over (PHO) yang dijadwalkan pada Desember 2026.
Percepatan penanganan kedua jembatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memulihkan infrastruktur pascabencana, menjaga konektivitas antarwilayah, serta memastikan akses transportasi masyarakat kembali berjalan dengan baik.
Diharapkan, infrastruktur yang telah ditangani dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas serta aktivitas perekonomian warga.
RLS












