Sejumlah Ortu Protes Penerimaan Siswa Baru di SMAN 4 Jayapura, Kepsek Turun Tangan

IMG 20230705 WA0010

Koreri.com, Jayapura – Sejumlah orangtua (ortu) melakukan aksi protes kepada Panitia Seleksi (Pansel) Penerimaan siswa/siswi Baru Tahun Ajaran 2023 di SMA Negeri 4 Entrop Jayapura, Selasa (4/7/2023).

Mereka merasa tidak puas dengan hasil yang dikeluarkan Pansel saat melakukan seleksi penerimaan siswa baru kelas X pada sekolah tersebut.

Dalam aksinya, para orangtua siswa/i yang pada kususnya orang asli Papua (OAP) merasa hak anak-anak asli sebagai pemilik negeri ini telah dilecehkan.

“Anak-anak kami yang hendak masuk ke sekolah negeri di tanah Port Numbay seharusnya diprioritaskanlah daripada umumnya,” kecam salah satu orangtua siswa dalam aksi protesnya.

Mereka meminta segera mengakomodir anak-anak mereka yang adalah OAP yang harus di prioritaskan.

Protes keras dengan nada yang lantang juga datang dari salah satu orangtua yang anaknya juga tidak diterima.

“Saya minta proses verifikasi sementara dihentikan agar permasalahan anak-anak kami yang tidak diterima mendapat kepastian jawaban dari pihak sekolah untuk mengakomodir anak-anak asli Papua yang harus di prioritaskan,” tegasnya.

Tak lama berselang, pihak sekolah dan sejumlah ortu yang anaknya tidak diterima melakukan pertemuan dengan Kepala SMAN 4 Jayapura Handoko di ruang kerjanya.

Sejumlah tuntutan disampaikan kepada Kepsek yang juga baru setahun menjabat.

Menanggapinya, Handoko menjanjikan akan meneruskan tuntutan tersebut ke pihak Dinas.

“Tuntutan yang sudah disampaikan akan kami bawa hari ini guna dipertemukan dengan pihak dinas untuk dibicarakan,” ungkapnya kepada para ortu murid yang anak-anaknya tidak lolos seleksi di ruang kerja, Selasa (4/7/2023).

Handoko dalam pertemuan itu bersama-sama bersepakat dengan para ortu murid akan menunggu hasil yang akan disampaikan dari pihak sekolah agar mendapatkan jawaban yang pasti.

“Sehingga tidak menimbulkan aksi -aksi yang dapat mengganggu proses belajar para siswa,” pungkasnya.

JOMA