Koreri.com, Sorong – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sorong dalam laporannya menyebutkan hingga pertengahan November 2025, progres pendataan Orang Asli Papua (OAP) telah mencapai 95 persen.
Meski sebagian warga tercatat belum melakukan percetakan dokumen akibat kesibukan di tingkat kelurahan maupun distrik, Disdukcapil terus mempercepat pelayanan administrasi kependudukan khususnya bagi OAP.
Sekretaris Disdukcapil Kota Sorong, Bernhard Matandung menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil dari program percepatan yang didukung Dana Otonomi Khusus (Otsus).
“Khusus Orang Asli Papua, pendataan sudah mencapai 95 persen. Hanya saja masih ada yang belum sempat melakukan percetakan karena kesibukan di kelurahan atau distrik,” jelas Bernhard di Sorong, Senin (17/11/2025).
Di momen yang sama, masyarakat umum tetap dapat mengakses layanan perekaman administrasi, termasuk perekaman untuk Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Untuk OAP memang menggunakan pembiayaan Otsus, tapi layanan perekaman KTP Digital tetap terbuka bagi seluruh masyarakat Kota Sorong,” ujarnya.
Bernhard menambahkan masyarakat kini dapat memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang lebih praktis dan fleksibel. Aplikasi IKD dapat diunduh secara langsung melalui Playstore dan App Store (iOS).

“Aplikasi IKD bisa diunduh di Playstore atau iOS. Setelah itu masyarakat tinggal melakukan aktivasi melalui perekaman SIAK di Disdukcapil. Prosesnya cepat dan memudahkan warga untuk mengakses identitas kependudukan secara digital,” jelasnya.
Melalui momentum percepatan ini, Disdukcapil mengimbau seluruh warga Kota Sorong untuk segera mengurus dokumen kependudukan, baik KTP, KK, Akta Kelahiran, maupun aktivasi IKD.
“Kami berharap masyarakat yang belum segera datang. Jangan tunggu sampai mendesak,” tegas Bernhard.
Salah satu warga Klablim, Marthina (32), mengaku sangat terbantu dengan adanya IKD.
“Saya baru aktivasi IKD minggu lalu. Petugas bantu pandu, dan setelah rekam wajah langsung aktif. Sekarang tidak perlu lagi bawa KTP fisik kemana-mana,” ceritanya.
Warga Remu Selatan, Yohanis (27), juga menyampaikan hal yang sama.
“Perekaman cepat, tinggal tunggu cetak. IKD juga saya pasang di HP, jadi lebih praktis kalau nanti diminta identitas,” ujarnya.
Selain pelayanan di kantor Disdukcapil, pemerintah berencana menambah jadwal layanan jemput bola untuk warga yang belum sempat mengurus dokumennya. Upaya ini diharapkan dapat mendorong penyelesaian pendataan OAP sekaligus memperkuat validitas data kependudukan Kota Sorong.
RED
























