Undang Resmi Menteri PKP hadiri “BANDA Heritage Festival, Saadiah Promosikan Ini

Saadiah Uluputty Lobi Menteri Maruarar Sirait

Koreri.com, Jakarta – Komisi V DPR RI baru saja melaksanakan rapat bersama mitra Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) RI yang dihadiri langsung Menteri Maruarar Sirait, di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Momen itu lantas dimaanfaatkan Anggota Komisi V asal Daerah Pemilihan Maluku Saadiah Uluputty dengan menemui sang Menteri seusai rapat tersebut.

Tentunya, bicara di podium atau di meja rapat dan lobi adalah dua kemampuan yang sangat krusial dan saling melengkapi bagi seorang politisi. sehingga wajar diibaratkan seperti dua sisi mata uang. Saling melengkapi dan membutuhkan.

Itulah yang kemudian dimanfaatkan Saadiah saat menyampaikan undangan sekaligus memohon kesediaan Menteri PKP datang ke Maluku dalam rangka menghadiri kegiatan “BANDA Heritage Festival”.

“Jadi setelah bicara di meja podium rapat, saya lanjutkan dengan lobi personal ke Menteri PKP di ruangan Komisi V,” ujar Saadiah Uluputty dalam rilisnya kepada media ini ( 19/11/2025 ).

Menteri lantas menanyakan beberapa hal guna meyakinkan dirinya terhadap seberapa besar makna penting kunjungan ke Banda Neira.

“Saya lalu menyampaikan tentang sejarah Banda Naira, lebih khusus terkait Pulau Run yang ditukar Pemerintah Inggris ke Pemerintah Belanda dengan Pulau Manheten (New Amsterdam). Belanda menyerahkan Manheten ke Inggris dan Inggris menyerahkan Run ke Belanda,” urainya mulai promosi.

Lanjut Saadiah, dari momen itu sejarah perdagangan rempah-rempah dimulai. Karena Run kala itu adalah pulau penghasil pala terbaik yang dicari oleh bangsa-bangsa Eropa.

Di Banda juga masih ada istana mini peninggalan Pemerintah Belanda dan beberapa peninggalan lainnya.

“Muhammad Hata dan Sutan Sahrir pun diasingkan oleh Pemerintah Belanda ke Banda. Bahkan saking terpukaunya Sahrir dengan Banda, sehingga beliau menulis ‘Jangan Mati sebelum ke Banda Naira,” bebernya.

Selain kekayaan historicalnya, Banda juga kaya akan hasil perkebunan hingga kini dan kekayaan hasil laut.

“Biasanya di bulan Oktober – November ada migrasi ikan hiu martil dan tuna yang datang di Banda untuk spawning ground atau mencari tempat pemijahan ikan,” sambungnya.

Maka itu, Banda Naira tentu memiliki daya tarik wisata yang tinggi, daya tarik bahari dan tentu daya tarik sejarah.

“Dan program dari PKP yang dibangun tahun 2025 ini sangat berkaitan erat dengan semua itu yaitu penataan kawasan penunjang wisata strategis di Banda Naira,” tegasnya.

Karena itu, Saadiah pun berharap dengan kunjungan Menteri ke kawasan timur, tentu akan melihat dan mendengar berbagai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat yang ada di daerah terutama wilayah 3T.

“Semoga Allah mudahkan segala rencana kunjungan Pak Menteri beserta undangan lainnya pada Festival Banda Heritage,” pungkasnya.

RLS