2025, RSUD Mimika Catat Peningkatan Pengunjung: IRD Paling Tinggi

Direktur RSUD Mimika dr Agustinus Pasulu
Direktur RSUD Mimika dr Agustinus Pasulu / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Pelayanan terhadap pasien di RSUD Mimika sepanjang 2025 dilaporkan mengalami peningkatan kunjungan dibanding tahun sebelumnya.

Salah satunya pada layanan Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD setempat yang meningkat hingga 60 persen.

“Jadi total kunjungan pasien selama tahun 2025 mencapai 141.259 pasien. Angka ini meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 119.648 pasien atau naik sekitar 18,5 persen,” rinci Direktur RSUD Mimika dr. Agustinus Pasulu.

Rincian kunjungan pasien sepanjang tahun 2025 meliputi layanan IRD sebanyak 51.676 pasien, rawat jalan 70.170 pasien, serta rawat inap 19.413 pasien.

Dari seluruh layanan tersebut, IRD mencatat peningkatan paling tinggi. Pada tahun 2024, kunjungan IRD tercatat 32.387 pasien, sementara pada tahun 2025 melonjak menjadi 51.676 pasien atau meningkat sekitar 59,6 persen.

Pasulu menjelaskan, tingginya kunjungan IRD dipengaruhi meningkatnya jumlah pasien yang mengakses layanan gawat darurat, termasuk pasien dengan kondisi non-emergensi.

Ia mengatakan, hampir 40 persen dari total kunjungan IRD merupakan pasien yang sebenarnya dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau melalui layanan rawat jalan.

Seiring lonjakan kunjungan tersebut, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Mimika sepanjang tahun 2025 berada pada kisaran sangat tinggi.

Bahkan pada beberapa bulan di akhir tahun, BOR mendekati hingga mencapai 100 persen, melampaui standar ideal rumah sakit yang berada pada kisaran 60 hingga 85 persen.

Kondisi ini mendorong manajemen rumah sakit melakukan sejumlah langkah penyesuaian layanan, termasuk penambahan tempat tidur pasien. Seluruh perkembangan tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Mimika selaku pemilik rumah sakit serta DPRK Mimika.

Sebagai langkah strategis prioritas, RSUD Mimika merencanakan pengembangan fasilitas layanan kesehatan, khususnya pembangunan gedung ruang rawat inap secara bertahap.

Pembangunan tersebut direncanakan menambah kapasitas 123 bed rawat inap dan akan dilaksanakan mulai tahun ini dengan target penyelesaian pada 2028, guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat.

TIM