Koreri.com, Timika – Polemik soal Kapiraya, Papua Tengah belakangan ini kembali menuai sorotan publik pasca aksi saling serang dan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas dan belasan unit rumah beberapa waktu lalu.
Aparat keamanan pun terus dikirim untuk bersiaga guna mencegah terjadinya konflik susulan.
Tak pelak lagi, berbagai isu pun mulai dilontarkan. Dan salah satu yang paling menonjol, isu itu mengklaim ada kepentingan oknum-oknum tertentu di dalamnya.
Nama Bupati Johannes Rettob pun terbawa-bawa dalam isu yang diduga sengaja dimainkan oleh oknum atau pihak tertentu itu.
Seorang tokoh masyarakat Antonius Kemong pun angkat bicara menanggapi hal itu.
Ia menegaskan bahwa konflik ini murni antara masyarakat dan menurutnya sudah berlangsung sejak lama dan bukan baru kali ini saja.
Bahkan, menurut Antonius, bukan hanya tentang Kapiraya antara Deiyai dan Mimika, namun perbatasan wilayah antara Mimika dengan beberapa daerah lainnya pun masih menjadi persoalan.
Ia juga menyebutkan jika salah satu penyebab konflik di Kapiraya adalah sumber daya mineral yang terkandung di dalamnya.
“Jadi yang Kapiraya ini dia ribut karena di situ ada emas baru, ada hasil bumi yang seperti itu makanya cepat masyarakat mulai masuk. Makanya kalau ada isu yang bilang bahwa ada intervensi Bupati di belakang semua itu, itu tidak benar, Itu konflik kan sudah lama. Sebelumnya juga sudah sering konflik,” beber Antonius.
Ia pun meminta kepada para pihak yang menyebutkan bahwa ada campur tangan Bupati dalam konflik tersebut agar berhenti menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Antonius juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah memfasilitasi kedua kabupaten baru-baru ini untuk melaksanakan rapat secara daring sebagai upaya penyelesaian konflik tapal batas.
TIM





























